LENTERA

Allâhumma Innî A’ûdzu Bika Minal Hammi Wal Hazan, Doa Penenang Hati

ASSAJIDIN.COM  — Doa penenang hati dan berbagai permohonan, simak artinya dalam bahasa Indonesia.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin:
Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Doa di atas mengandung 5 doa
1. Berlindung dari kebingungan dan kesedihan
2. Berlindung dari kelemahan dan kemalasan
3. Berlindung dari ketakutan dan kekiran
4. Berlindung dari lilitan utang dan tekanan orang.

Tak jarang utang piutang membuat keadaan atau kondisi seseorang menjadi galau, sedih, takut, khawatir, dan lain sebagainya.

Tak jarang juga karena utang piutang, kehidupan seseorang akhirnya berada di bawah kendali orang lain.

Oleh karenanya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, rutinkan membaca doa ini dan amalkan, semoga Allah senantiatas membebaskan kita semua dari utang piutang.

“Boleh jadi kita merasakan takut untuk mengerjakan sesuatu, atau mungkin di antara kita ada yang kuasai oleh utang piutang atau bahkan dikuasai kalangan tertentu yang menghambat kita berbuat baik dalam hidup,”

Lihat Juga :  TRADISI KIRIM DOA DI BULAN RUWAH (SYA'BAN)

“Amalkan doa ini dan semoga Allah meringankan dan menghilangkan apa yang kita rasakan dalam hati, sehingga menghadirkan kehidupan yang damai, abadi, senang, dan mententramkan,” terang Ustaz Adi Hidayat.

 

Doa di atas ternyata ada kisahnya.

Dilansir dari NU Online, Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar terbebas utang dan kesulitan kepada seorang sahabat Anshar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Dikatakan oleh Abu Sa’id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di dalamnya terdapat seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau lantas menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu sholat?”

Abu Umamah menjawabnya, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (seperti ini), ya Rasul.”

Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah SWT akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”

“Tentu saja, ya Rasul,” jawab Abu Umamah.

Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:

Lihat Juga :  Ramadhan Tiba, Warga Diingatkan tidak Panik Buying

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Abu Umamah turut menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan untuk melunasi utang.”

Doa lainnya yang dapat kita amalkan untuk menenangkan hati termasuk soal urusan utang.

 

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Latin:

Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabi jahannama wa a’udzu bika, min fitnatid-dajjal.

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang dan kefakiran. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.” (HR An-Nasa’i).

Sumber: tribunsumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button