INTERNASIONALMOZAIK ISLAM

Jalan- jalan ke Jepang (2) : Sanjo di Masjid Indonesia Tokyo

ASSAJIDIN.COM — Usai menyinggahi Masjid Camii tak ada salahnya luangkan waktu juga untuk mampir di Masjid Indonesia Tokyo.

Masjid yang beralamat di 4 Chome-6-6 Meguro, Meguro City, Tokyo 153-0063, Japan ini berada di Kompleks Sekolah Republik Indonesia Tokyo atau SRIT.

Rancang bangunan masjid berkapasitas jamaah hingga 270 orang ini terdiri dari 4 lantai dengan total luas tanah 200 m2 dan luas lantai 600 m2. Kemiringan lahan disesuaikan dengan arah kiblat.

Foto : Instagram @erickthohir

Sempat Mundur

Sebenarnya, pembangunan masjid ini telah direncanakan sejak 16 tahun lalu oleh para pengurus Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Jepang, para tokoh, serta cendekiawan Indonesia yang ada di Tokyo.

Namun, ketersediaan dana dan penentuan lokasi masjid menjadi kendala utama yang membuat pembangunan masjid ini mundur cukup lama.

Hingga akhirnya, berkat dukungan, intensitas komunikasi, dan strategi penggalangan dana oleh KMII, KBRI Tokyo, dan Kemenlu-RI, membuat pembangunan masjid mulai terealisasi pada 2015.

Realisasi pembangunan tersebut mulai dilakukan tepat pada Hari Raya Idulfitri di tahun tersebut.

Pembangunan Masjid Indonesia Tokyo pun selesai pada 2017 dan telah digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat muslim Indonesia hingga kini.

Bahkan setiap Hari Raya Idulfitri, masyarakat muslim di Tokyo juga melaksanakan shalat Idulfitri di Masjid Indonesia Tokyo.

Prosesi akad nikah Pratama Arhan dan Azizah Salsha di Masjid Indonesia Tokyo. (Foto : IST)

 

Perjalanan Cinta 

Kini, Masjid Indonesia Tokyo menjadi tempat bersejarah bagi perjalanan cinta Arhan dan Azizah. Perjalanan cinta keduanya cukup singkat, bahkan tak pernah terdengar oleh publik.

Pernikahan pasangan muda ini dihadiri oleh keluarga, sejumlah pejabat negara, serta beberapa sahabat dekat mempelai. Kabar bahagia ini pun dibanjiri oleh berbagai ucapan dari warganet.

Sebagai informasi, Pratama Arhan merupakan pemain Timnas Indonesia yang kini bergabung dengan klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy.

Sementara Azizah Salsha adalah selebgram, TikToker, sekaligus anak anggota DPR RI Andre Rosiade. Keduanya menikah di usia yang masih sangat muda, yakni Arhan 21 tahun dan Azizah 19 tahun.

 

Peletakan Batu Pertama

Mengutip dari Wikipedia, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Indonesia Tokyo dilakukan pada perayaan Idul Fitri 2015 oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra.

Selain sebagai tempat ibadah dengan kapasitas 270 jamaah, masjid ini jadi markas komunitas Muslim Indonesia di Tokyo serta pusat dakwah Islam

Masjid ini menggabungkan elemen arsitektur tradisional Indonesia dengan modern. Atapnya khas Nusantara memberikan sentuhan budaya Indonesia yang kental.

 

Masjid Indonesia Tokyo. (Foto : IST)

Keunikan

1. Ruang Bawah Tanah

Terdapat dua ruang bawah tanah yang merupakan merupakan bagian penting dari Masjid Indonesia Tokyo.

Di ruang bawah pertama terdapat perpustakaan dan pusat kebudayaan Indonesia, yang menjadi tempat untuk pengetahuan dan budaya.

Ruangan ini juga berfungsi sebagai tempat untuk menjawab pertanyaan tentang islam dan Indonesia.

Sementara itu, ruang bawah tanah kedua didedikasikan untuk kamar kecil dan tempat wudhu.

2. Dapur Umum

Masjid ini juga memiliki fasilitas dapur umum yang digunakan untuk berbagai kegiatan oleh lembaga dan organisasi muslim setempat.

3. Ruang Ibadah

Lantai 1 dan 2 digunakan sebagai ruang shalat. Lantai 1 buat jamaah pria dan lantai 2 untuk perempuan.

Masjid ini juga ramah disabilitas. Pada lantai pertama terdapat pintu penghubung dengan sebuah ramp yang dirancang untuk memudahkan akses bagi pengguna kursi roda.

Lihat Juga :  Doa dan Amalan Agar Usaha (Dagangan) Lancar Rezeki

Lantai kedua terhubung dengan hall SRIT, sehingga bisa digunakan untuk menampung jamaah lebih besar seperti saat shalat Jum’at, shalat Idul Fitri, dan shalat Idul Adha.

4. Tempat Parkir darurat

Masjid ini menyediakan tempat parkir darurat khusus untuk ambulans. Selain itu, terdapat juga akses bagi pengguna kursi roda untuk memasuki masjid.

Hal ini mencerminkan perencanaan yang matang dalam memastikan bahwa masjid ini dapat digunakan secara efektif oleh berbagai kalangan dan kondisi.

Masjid Indonesia membantu komunitas muslim Indonesia di Tokyo menjalankan ibadah dan berintegrasi dalam budaya Jepang, dan memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang.

Masjid ini adalah contoh nyata tentang agama dan budaya dapat berpadu dalam harmoni, serta betapa pentingnya menjaga keragaman dalam masyarakat yang beragam.

 

Meguro Sky Garden. (Foto : Japan Experience)

Tempat Wisata  

Di Meguro banyak tempat wisata menarik. Berikut 7 tempat wisata terbaik yang perlu dipikir ulang jika tidak anda dan keluarga kunjungi.

1. Sungai Meguro

Sungai Meguro (目黒川) menampilkan esensi sisi kota yang lebih tenang dengan bentangan sepanjang 7,82 km yang dibatasi oleh lanskap indah.

Berasal dari pertemuan sungai Kitazawa dan Karasuyama, sungai ini melewati daerah Setagaya, Meguro, dan Shinagawa sebelum mencapai Teluk Tokyo.

Tepian sungai merupakan oase jalur hijau perkotaan yang indah, dengan jalur ramah pejalan kaki yang sangat mempesona selama musim bunga sakura.

Setiap musim semi, Sungai Meguro menjadi satu tempat utama di Tokyo untuk hanami, pemandangan bunga sakura tradisional, yang menarik penduduk lokal dan wisatawan ke tepi sungai yang dipenuhi pohon sakura yang indah.

2. Starbucks Reserve Roastery Tokyo

Dibuka pada awal tahun 2019, Starbucks Reserve Roastery Tokyo (スターバックスリザーブロースタリー東京) adalah satu lokasi Starbucks terbesar di dunia.

Menempati lahan seluas 32.000 kaki persegi di empat lantai, terletak di distrik Nakameguro, tepat di sepanjang Sungai Meguro yang indah.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Kengo Kuma, merupakan tontonan desain modern dan seni kopi, menampilkan mesin pemanggang kopi kolosal dan meja kopi yang dibuat dengan indah.

The Roastery, satu dari lima lokasi di seluruh dunia, memiliki menu eksklusif yang mencakup campuran kopi unik, teh, koktail yang terinspirasi kopi, dan beragam pilihan makanan.

Ada juga barang dagangan yang terbatas di toko, jadi ini adalah suatu keharusan bagi para penggemar dan kolektor Starbucks, namun pengunjung biasa juga tertarik dengan interior yang sejuk dan suasana yang canggih.

Permintaan melonjak selama musim bunga sakura, jadi sebaiknya buatlah rencana yang sesuai.

3. Meguro Sky Garden

Di atas persimpangan melingkar, Meguro Sky Garden (目黒天空庭園) adalah permata kecil lanskap perkotaan dengan pemandangan kota yang indah.

Taman seluas 7.000 meter persegi ini merupakan ruang hijau yang terintegrasi dengan infrastruktur kota, dirancang dengan cerdik terletak di atas jalan raya.

Di Meguro Sky Garden, kamu dapat menikmati beragam tanaman dan bunga yang berubah seiring musim, menjadikannya daya tarik sepanjang tahun.

Tata letak taman mendorong jalan-jalan santai dan relaksasi, untuk pelarian yang damai dari lingkungan perkotaan di bawah.

Desainnya yang inovatif dan tanaman hijau subur merupakan perpaduan indah antara arsitektur dan hortikultura, menjadikan Meguro Sky Garden sebagai contoh upaya Tokyo untuk menggabungkan pembangunan perkotaan dengan pertimbangan lingkungan.

Lihat Juga :  Pentingnya Melafazkan Doa Muqadimah dalam Sambutan, Pidato atau Tausiah, Ini Maksudnya

4. Kuil Meguro Fudoson Ryusenji

Meguro Fudoson Ryusenji (目黒不動尊 瀧泉寺) , juga dikenal sebagai Meguro Fudō, adalah tempat yang tenang dengan tanaman hijau subur yang memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam di Tokyo.

Didirikan sekitar tahun 808 M, kemungkinan oleh biksu Ennin, kuil Buddha ini didedikasikan untuk Fudo-myoo, dewa kebijaksanaan dan api yang tak tergoyahkan, yang mencerminkan afiliasi Buddha Tendai.

Dikenal dengan patung Fudo-myoo bermata hitam yang mencolok, Ryusenji adalah satu perhentian ziarah Kanto Sanjuroku Fudo, yang menarik para penganutnya untuk mencari berkah dan wawasan spiritual.

Kuil ini menampung makam tokoh sejarah terkenal, dan kompleks ini juga mencakup kapel Seishi-do, satu dari sedikit bangunan yang selamat dari kebakaran pada tahun 1978, yang sekarang ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud di Daerah Meguro.

5. Tokyo Metropolitan Teien Art Museum

Berada di lingkungan elegan bekas kediaman kekaisaran, Tokyo Metropolitan Teien Art Museum (東京都庭園美術館) adalah mahakarya art deco, dirancang oleh arsitek Prancis Henri Rapin dan menampilkan interior antara lain karya René Lalique.

Museum ini berspesialisasi dalam seni dekoratif, menampilkan beragam pameran yang diputar sepanjang tahun, mulai dari retrospektif sejarah hingga instalasi seni kontemporer.

Lingkungan sekitar juga patut diperhatikan, dengan taman indah yang melengkapi estetika museum dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan perkotaan yang damai.

Museum ini, yang merayakan perpaduan tradisi seni Timur dan Barat, merupakan bagian penting dari lanskap seni Tokyo sebagai tempat pertukaran budaya dan program pendidikan.

6. Meguro Parasitological Museum

Meguro Parasitological Museum (目黒寄生虫館) , didirikan pada tahun 1953 oleh Dr. Satoru Kamegai, adalah eksplorasi unik dan agak menakutkan ke dunia parasit.

Meguro Parasitological Museum memamerkan sekitar 300 spesimen dari 60.000 koleksi, termasuk cacing pita sepanjang 8,8 meter yang membuka mata.

Museum ini terkenal dengan tampilan rinci tentang siklus hidup dan dampak berbagai parasit, memberikan wawasan pendidikan tentang keanekaragaman parasit di alam dan hubungannya dengan inang manusia.

Selain itu, Meguro Parasitological Museum memiliki toko suvenir di mana pengunjung dapat membeli suvenir yang tidak biasa, seperti gantungan kunci dengan parasit asli yang terbungkus akrilik.

Museum unik ini memang bukan untuk semua orang.

Namun Meguro Parasitological Museum menarik karena mendalami aspek biologi yang biasanya tidak terlihat, sehingga tempat ini wajib dikunjungi bagi mereka yang memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal mengerikan dan ilmiah.

7. Institute for Nature Study

Sebuah tempat perlindungan di dalam kota, Institute for Nature Study (国立科学博物館附属 自然教育園) adalah jendela menuju ekosistem Tokyo yang beragam dan kaya, yang meliputi kawasan luas lahan lindung di Meguro seluas lebih dari 20 hektar.

Cagar alam ini bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna asli, menyediakan laboratorium hidup untuk studi ekologi dan pendidikan lingkungan.

Dengan jalur pejalan kaki yang terpelihara dengan baik yang melintasi hutan, kolam, dan padang rumput terbuka, Institut ini merupakan tempat ideal bagi pecinta alam yang berfungsi sebagai fasilitas pendidikan dan ruang rekreasi.

Di sini kamu dapat berpartisipasi dalam tur berpemandu, mengamati burung, dan acara musiman yang berfokus pada pemahaman dan apresiasi alam.

 

Sumber tulisan :

Travel.tribunnews.com

Travel. Okezone.com

Liputan6.com

Lurahjepang.com

Asgatour

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button