NASIONAL

Sebabkan Kemacetan, Polrestabes Palembang Siap Tangkap Backing-an Parkir Liar

ASSAJIDIN.COM –Pemerintah Palembang dan Polrestabes Kota Palembang untuk tahap awal ini telah memetakan setidaknya ada 10 titik parkir liar yang menjadi penyebab kemacetan.

Polrestabes Palembang juga siap menindak juru parkir (jukir) termasuk Backing-an aparat dan sebagainya lantaran bertindak ilegal.

Hal tersebut diungkapkan dalam rapat koordinasi penertiban parkir liar dan kemacetan di Kota Palembang bersama Polrestabes, Selasa (23/4/2024).

Kapolrestabes Kota Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, tindakan dari parkir liar ini termasuk dari pungli, jika peringatan tidak diindahkan, maka akan ditindak dengan penangkapan dan penjatuhan sanksi berat.

“Tak hanya jukir, termasuk mereka yang menjadi ‘backing’, jika pun itu itu dari aparat akan saya tangkap,” katanya.

Parkir liar menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Palembang. Selain berdampak buruk pada lalulintas, parkir liar juga tidak masuk dalam retribusi daerah/ Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita mencoba memetakan persoalan tersebut (kemacetan dan parkir liar),” katanya.

Polrestabes Palembang setidaknya telah memetakan 10 lokasi parkir liar yakni di Jalan MP Mangkunegara (JM Kenten), Jalan Jenderal Sudirman (RSUD Moh Hoesin/ KFC), Jalan Mayor Salim Batubara (Sekip Bendung), Jalan Letkol Iskandar (depan PIM), Simpang Sungki (depan Pasar Sungki), Jalan Kolonel Burlian (depan Pasar KM 5), Jalan Jenderal Sudirman (depan MTS Negeri 1), Jalan R Soekamto (depan PTC Mall), Jalan Yos Sudarso (Pasar Lemabang), dan Jalan Jenderal Sudirman (Cinde sampai Air Mancur).

Lihat Juga :  Mengenal Balqis Sekar Putri, Siswa SMAN Sumsel Wakili Indonesia ke Amerika Serikat

Berdasarkan data dari Satlantas ada 12 titik lokasi rawan macet yang ada di kota Palembang, yaitu Jl. Kolonel H. Burlian didepan Pasar Km 5, Jl. Sutan M. Mansyur Jembatan Musi 6, Jl. KH. Azhari Jembatan Musi 4, Jl. M. Isa simpang Tanah Tinggi, Jl. Basuki Rahmat Depan RM. Pagi Sore, Jl. MP. Mangkunegara simpang Seduduk Putih.

Kemudian, Jl. R. Soekamto di pembantu Flyover Simpang Angkatan 66, Jl. AKBP Cek Agus Simpang Taman Kenten, Jl. Jendral Sudirman Depan Bundaran Air Mancur Ampera, Jl. Letkol Iskandar depan PIM, Jl. Jendral Sudirman di Perputaran LIA, dan Jl. Jendral Sudirman depan TMP.

Lihat Juga :  Demo Protes Omnibuslaw di Palembang Akhirnya Rusuh, Mobil Dibalik, Asap Gas Air Mata Bertebaran

Penyebab kemacetan ini karena penyempitan jalan, jam kerja dilakukan saat jam ramai, pembangunan yang berlangsung (flyover), jalur kendaraan crossing, keluar masuk kendaraan (dari resto seperti Jl. AKP Cek Agus), volume kendaraan tinggi, keluar masuk kendaraan (dari RSMH) ataupun kendaraan yang berputar bukan dari tempatnya.

Lalu di Jembatan Musi IV karena ruas jalan kecil di Jl. KH. Azhari (sesudah dan sebelum jembatan), tidak ada akses yang langsung menembus ke Jalan Ahmad Yani.

“Sehingga Jembatan Musi IV ini tidak bisa menjadi pembagi volume kendaraan di Jembatan Ampera,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Agus Supriyanto.

Menurutnya, Dishub sudah berupaya dengan menggunakan aplikasi barcode tapi tidak berhasil. “Di tengah perjalanan aplikasi dihack dan kami kembali ke manual, kami juga berencana pakai QRIS dengan bank BSB dan lainnya,” katanya. (pitria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button