KALAM

Israel Musuh Kami (9) : Mengapa Bani Israel tidak Dibinasakan Allah?

ASSAJIDIN.COM — Pertanyaan yang terus menggelitik kita adalah mengapa Bani Israel tidak Dibinasakan Allah?

Foto : Antara News Kalbar

Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Abdul Somad atau UAS memberikan jawaban keras soal alasan kaum Israel tidak dibinasakan Allah.

Hal ini terkait dengan apa yang terjadi pada rakyat Palestina, dimana banyak terjadi hal-hal yang dianggap tidak manusiawi, bahkan seperti perang tanpa akhir.

Ustaz Abdul somad menjawab pertanyaan salah satu jamaah terkait azab dari Allah yang turun pada umat-umat sebelumnya.

“Kenapa Israel tidak dibinasakan seperti kaum yang sudah binasa?,” tanya salah satu jamaah pada Ustaz Abdul Somad, dilansir dari YouTube Anak Pondok, Selasa (10/10/23).

Ustaz Abdul Somad kemudian menceritakan kisahnya bertemu dengan Syekh Abdul Sattar, seorang profesor yang mengajar di Mekkah.

Beliau memiliki guru bernama Syekh Abdul Karim Al Maqdis …

“Syekh Abdul Karim Al Maqdis menangis di depan Syekh Abdul Sattar, bercerita tentang tentara Israel di kampungnya Palestina,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Mereka mengambil pisau bayonet, mengumpulkan perempuan-perempuan hamil, lalu mereka tebak-tebakan, ini laki-laki atau perempuan? ditusukkannya, lalu dirobeknya. Dirobeknya perut umat Islam itu didepan orang,” tegasnya.

“Israel! Kenapa tidak dimatikan Allah?, Aku sekarang bercerita kepada kalian sambil berlinang air mata. Kenapa tidak dibinasakan Allah, Israel itu,” ungkap Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somada juga menambahkan bahwa pertanyaan ini pernah beliau tanyakan kepada gurunya di Al Azhar, Syekh Muhammad Jibril.

Kenapa Allah SWT tidak membinasakan Israel di Palestina?

Syekh Muhammad Jibril kemudian menjawab, jika Allah membinasakan Israel, lalu kau masuk surga pakai apa?.

“Allah biarkan orang Israel hidup, agar kalian bisa berjihad di jalan Allah. Tapi bukan berarti selesai acara ini kau beli tiket ke Palestina,” tegas Ustaz Abdul Somad.

UAS mengungkapkan bahwa sebaiknya umat Islam belajar menimba ilmu dengan serius sampai doktor atau profesor.

Lalu dengan ilmu atau uang yang dihasilkan dari itu, akan bisa menolong saudara muslim di Palestina.

Berjuang engkau sampai jadi anggota legislatif, sampai DPR RI. Bayangkan jika kalian yang menjadi anggota dewan. Kalian bisa mendukung untuk menolong permasalahan Palestina,” papar UAS.

Menurut Ustaz Abdul Somad, dengan menggunakan ilmu yang bermanfaat, maka umat Islam Indonesia bisa menolong rakyat Palestina, dengan cara selain pergi kesana.

“Bisa kalian menolong, bisa kalian memberikan bantuan ke Palestina. Betul? Bukan berarti saya suruh kalian pergi kesana. Saya tidak setuju besok tiba-tiba Anda pergi kesana,” sambungnya.

 

Foto : Liputan6.com

 

Mudah Bagi Allah

KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, sebenarnya mudah bagi Allah untuk membinasakan Israel.

Allah itu Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Jika sudah berkehendak tak ada satu pun yang bisa menghalangi.

Allah adalah Tuhan yang mengatur segalanya, bukan Dia yang diatur. Allah menciptakan langit dan bumi, siang dan malam, hitam dan putih, dan lainnya.

Lihat Juga :  Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Darunnajihin Komplek Afila Permai Banyuasin 

Allah SWT menciptakan gelap agar hamba-Nya dapat menikmati terang benderang.

“Di saat ada terang Allah ingin memberikan kita rasa nikmat di gelap malam untuk istirahat. Di saat Allah memberikan sakit pada seorang hamba agar seorang hamba merasakan nikmatnya sehat,” katanya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Kamis (12/10/2023).

Pada hakikatnya, semua yang Allah ciptakan dan atur terdapat hikmah di baliknya.

Demikian pula halnya dengan orang-orang yang memusuhi agama Allah, seperti Israel yang membantai umat Islam di Palestina.

“Itu karena Allah telah mempersiapkan tinggi bagi siapapun yang memperjuangkan kebenaran, membela kebenaran, dan melawan mereka,” ujarnya.

“Sehingga ada jihad. Ada jihad pada zaman Nabi SAW dan sampai hari ini. Diperkenankan untuk naik pangkat. Jadi Allah ingin mengangkat hamba-Nya. Dari sisi ini harus kita pahami,” tambah Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, Allah bisa saja menjadikan semua umat manusia di dunia memeluk Islam, agama yang diridhai-Nya, sehingga tak ada orang kafir. Namun tidak demikian.

“Allah membuat seperti ini (tidak semuanya muslim) untuk mengangkat sebagian yang lainnya dan untuk merendahkan sebagian yang lainnya. Itulah Allah, ketika berkehendak tidak boleh siapapun yang memprotesnya,” imbuh Buya Yahya.

 

Pintu Kebaikan

Menurut Buya Yahya, Allah memberikan kebaikan di balik pembantaian yang dilakukan Palestina terhadap Israel.

Apa kebaikannya?

“Kebaikannya adalah di saat Allah memberikan kerinduan membantu itu adalah kebaikan bagi Anda, lalu Anda mengerahkan duit berapa juta Anda kirimkan ke Palestina,” tuturnya.

“Itu adalah pintu kebaikan untuk Anda. Jika tidak ada kejadian itu mungkin kita tidak mengeluarkan duit untuk membantunya,” kata Buya Yahya.

 

Hukuman Allah 

Dalam perspektif Al Quran, Bani Israel sesungguhnya sudah pernah dua kali menerima hukuman Allah berupa kehancuran negerinya dan penghinaan dari bangsa lain karena melanggar peringatan Allah untuk tidak melakukan korupsi, kesombongan dan kezaliman/tirani dimuka bumi.

Penghancuran negeri Bani Israel, Kingdom of Judah (Jeruzalem sekarang) oleh balatentara Nimrod Nebukadnezar, Raja Babylonia pada tahun 586 SM dan kemudian menggiring Bani Israel sebagai budak ke Babylonia.

QS 17:4 ” Kami telah memberitahu Bani Israel dalam Kitab Suci, “Sesungguhnya, kamu akan melakukan kerusakan dimuka bumi dua kali, dan mempertontonkan kesombongan besar dan kezliman.”

QS 17:5 “Saat peringatan pertama terjadi, Kami mengutus hamba-hamba Kami yang perkasa melawan kamu (bala tentara dari Nimrod Nebuchadnezzar, Raja Babylon) menghancurkan negerimu, peringatan telah terpenuhi (dan mereka menggiring kamu ke Babylon menjadikan kamu sebagai budak tahun 586 BC.)

Kemudian Raja Cyrus Yang Agung dari Persia menaklukkan Kerajaan Babylonia dan membebaskan Bani Israel dari perbudakan serta membawa mereka kembali ke negerinya pada tahun 520 SM.

Lihat Juga :  Keberhasilan Food Estate Butuh Proses dan Waktu

QS 17:6 Then, We granted you victory over them (when King Cyrus of Persia defeated the Babylonians and brought you back to your country in 520 BC). We then, helped you with wealth and children and made you numerous in soldiery.

600 tahun kemudian setelah berkembang menjadi kuat Bani Israel tidak mengindahkan peringatan Allah dan kembali melakukan kerusakan dimuka bumi, maka peringatan kedua terjadi.

Pasukan Romawi di bawah pimpinan Jenderal Titus pada tahun 70 M menyerang dan menguasai Jerusalem. Mereka memasuki Kuil-Kuil Yahudi dan memusnahkan segala apa yang ada dimuka bumi, persis sama seperti yang telah dilakukan oleh Raja Nebukadnezar sebelumnya.

QS 17:7 We made it clear, “If you do collective good, you will be doing good to yourselves. And if you do evil, you will hurt yourselves. (You did not heed these warnings), and then the second warning came to pass.

Namun kalau dihitung dengan apa yang telah dilakukan oleh bangsa Mesir di bawah Firaun pada masa Nabi Musa, Kerajaan Spanyol di zaman Raja Ferdinand dan Ratu Isabella (Spanish Enquisition) dan bangsa Arya German pada masa PD II terhadap kaum Yahudi, maka sudah lima (5) kali dalam sejarah Bani Israel dihancurkan oleh bangsa bangsa lain karena perilaku mereka sendiri.

Aneh-nya dari kelima bangsa bangsa yang telah menghancurkan mereka tak satupun bangsa-bangsa tersebut yang menerapkan Islam sebagai aturan kehidupannya.

Bahkan Pak Ahmadinejad, mantan presiden Iran pernah berkata ketika konflik Israel-Pelestian bergolak di zamannya, orang Yahudi lebih aman hidup berdampingan di dalam negara yang melaksanakan ajaran Islam ketimbang negara negara yang non-Islam.

Ini terbukti bahwa di zaman kesultanan Andalusia komunitas Yahudi berkembang pesat di Spanyol, bahkan warga Yahudi yang berdomisili di Iran lebih banyak prosentasenya ketimbang di negara-negara lainnya di luar Israel.

Itulah sebabnya pada zaman Nabi Muahammad (S) mendirikan negara Islam di Medinah yang multi kultural dimana banyak suku-suku Non-muslim Arab dan Yahudi bermukim, Nabi segera mengumpulkan para kepala suku dari Non-Muslim Arab dan Bani Israel dan membuat pakta perjanjian yang kemudian dikenal sebagai “Medina Chapter” atau “Konstitusi Madina”.

Langkah Nabi mengusir sebagian besar kaum Yahudi dari Madinah karena melanggar kesepakatan yang telah diratifikasinya sendiri sebagai akibat membantu kaum Quraisy pagan Mekkah dalam menyerang Medinah adalah langkah brilian.

Perang dalam Islam adalah usaha perdamaian terakhir, kalau muslim bisa mengusir Yahudi keluar Madinah meninggalkan semua propertinya tanpa bersusah payah kenapa harus perang?

Tapi yang jadi pertanyaan besar adalah mengapa bangsa Yahudi tidak mendapat pembelajaran dari sejarah bangsanya, dan senantiasa mengulang ulang kebiasaan perilaku yang sama? (TAMAT/Dari berbagai sumber)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button