INTERNASIONAL

Kota Terkecil di Dunia Itu Ada di Kroasia, Hum Namanya

ASSAJIDIN.COM — Asal kalian tahu Guinness World Record mencatatkan Hum sebagai kota yang populasinya paling kecil di dunia.

Kota ini disebutkan sebagai “Castum Cholm” dan menjadi salah satu pusat tertua penulisan Glagolistik, skrip Slavia tertua yang digunakan sampai abad awal ke-19.

Di samping ukurannya yang kecil dan penduduknya sedikit, Hum memiliki keindahan dengan rumah-rumah bergaya kuno, bangunan gereja tua dengan lukisan-lukisan indah di dalamnya, hingga kebiasaan menyantap penganan truffle.

 

Foto : Marzito Travel

 

Serangan Bandit

Kota tua ini disebut berdiri pada tahun 1102 dan sebelumnya lebih dikenal dengan nama Cholm.

Seperti dikutip dari Oddity Central, Kota Hum hanya sepanjang 100 meter dan lebar 30 meter. Pada abad pertengahan Kota Hum dikelilingi bebatuan untuk membentengi wilayah dari serangan bandit.

Entah karena alasan apa, benteng tersebut tidak pernah diperlebar seperti kota-kota lain di dekatnya. Kota ini juga tidak pernah mengalami pengembangan selama berabad-abad.

Sejak 1552, hanya ada pembangunan lonceng serta menara pengawas sebagai bentuk pertahanan dan tameng terhadap musuh. Bahkan hingga saat ini Kota Hum hanya terdiri dari tiga baris perumahan dan dua jalan.

Bangunan serta rumah di kota ini juga tidak mengalami modernisasi. Gaya rumah kuno dan klasik tetap dipertahankan, meskipun warganya sudah mengenakan busana yang lebih modern.

 

Foto : Tripadvisor

 

Diminati Turis

Predikat sebagai kota terkecil di dunia membuat Hum menarik minat banyak turis untuk mengunjunginya. Pariwisata pun jadi pemasukan kedua terbesar bagi warga lokal di samping pertanian.

Meski tidak banyak yang bisa dilihat atau dieksplor ketika turis asing maupun domestik mengunjungi tempat ini. Tapi status Hum sebagai kota terkecil dunia sudah cukup menjadi daya tarik tersendiri.

Lihat Juga :  SYUKUR DAN SABAR DALAM KEADAAN APAPUN

Namun warga lokal tetap berusaha membuat pengalaman berkunjung ke Kota Hum jadi cerita yang tak terlupakan.

Mereka berusaha sebaik mungkin menyambut para pengunjung dengan hangat untuk membuat mereka betah selama berada di sana.

 

Foto : Liputan6.com

 

Sensus Penduduk

Dari sensus penduduk di tahun 2011, hanya mencatat ada 30 jiwa yang tinggal di sana.

Bahkan di sensus 2021, tercatat hanya 27 orang saja yang menjaga kota tersebut.

Meski berukuran kecil dan tentunya sangat sepi, Hum ternyata menyimpan berbagai keistimewaan.

Karena sejarahnya yang panjang, kota ini memiliki museum untuk pengunjung yang ingin menjelajah masa lalu melihat asal muasal kota Hum.

Hum yang merupakan permukiman kecil di puncak bukit ini terletak di Istria. Dari Ibu Kota Kroasia, Zagreb, Anda bisa berkendara selama 2 hingga 3 jam naik mobil.

Begitu menaiki bukit, Anda akan bertemu dua ruas jalan dengan beberapa baris rumah saja.

 

Museum. (Foto : Tripadvisor)

 

Koloni Raksasa

Sebuah cerita rakyat yang lestari dari tahun ke tahun menyebutkan bahwa Hum dibangun oleh koloni raksasa.

Para raksasa ini membangun Hum ketika mereka sedang membangun kota-kota lain di puncak bukit di lembah Mirna.

Sayangnya, di tengah pembangunan Hum, mereka kehabisan batu. Sehingga kota yang tercipta pun sangat mini, juga minim.

 

Foto : Wolipop – Detik.com

 

Dilansir dari Shipped Away, meski hanya dihuni sedikit orang, namun kota Hum memiliki tradisi sendiri layaknya kota-kota dan desa lain di seluruh penjuru dunia.

Lihat Juga :  DOA IBUKU MENEMBUS TUJUH LAPIS LANGIT

Masyarakat kota Hum melestarikan ritual lama yang disebut “Pemilihan prefek selama setahun” yang digelar rutin setiap 11 Juni.

Ritual lama ini sering disebut pula sebagai Hari Hum. Di tanggal tersebut, semua penduduk pria akan berkumpul di Municipal Loggia (balai kota) untuk memilih pemimpin desa.

Cara pemilihan kepala desa ini unik. Masing-masing pemilih akan mengukir nama calon mereka di permukaan tongkat kayu.

 

Foto : Atlas Obscura

 

Biska

Layaknya Jogja yang punya gudeg dan Palembang yang punya pempek, Hum juga punya kuliner khas tersendiri.

Yaitu biska, minuman brendi yang dibumbui dengan daun mistletoe putih.

Biska sangat terkenal di Kroasia, karena dibuat menggunakan resep lama yang konon katanya sudah berusia lebih dari 2000 tahun.

Gara-gara Biska, Hum selalu menjadi tuan rumah festival Grappa di mana produsen brendi dari seluruh Istria memamerkan produk buatan mereka.

Festival ini diadakan setiap tahun pada akhir Oktober. Di bulan Oktober, sudah dipastikan Hum akan dipadati ratusan orang.

Jadi jika Anda ingin berkunjung ke kota terkecil di dunia ini, lebih baik hindari bulan Oktober.

Bertandanglah di bulan September untuk mendapatkan suasana Hum asli yang sunyi, senyap, dan seringnya hanya berteman suara angin.

Sebuah bangku di pojok bukit, tepat di bawah tiang lampu kecil, adalah tempat favorit wisatawan.

Dari bangku tersebut Anda bisa melihat Istria dari kejauhan. Juga menyaksikan pepohonan yang menemani Hum dari abad ke abad. (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button