INTERNASIONAL

Singgah di Yakutsk, Kota ‘Kaya Berlian’ Terdingin di Dunia

ASSAJIDIN.COM — Ternyata tempat terdingin di dunia bukan Antartika, meski dianggap sebagai benua es.

Foto : Russia Business Today

Jadi dimana dong?

Di Kota Yakutsk.

Dikutip dari Live Science, penghargaan sebagai kota terdingin di dunia itu dipegang oleh kota Yakutsk di Rusia.

Kota Yakutsk terletak di Siberia, salah satu daerah terdingin dengan jumlah penduduk paling jarang di dunia.

Banyak di antaranya bekerja untuk Alrosa, sebuah perusahaan yang menjalankan tambang berlian di kota itu.

Foto : DetikTravel

 

Mati Rasa

Laporan dari CNN Heather Chen bahkan menyebutkan suhu di Yakutsk pernah mencapai -80,90 F. Udara dingin di kota itu bisa menyebabkan luka terbuka, radang dingin, hingga mati rasa.

Saat suhu sangat dingin, warga kota Yakutsk tidak bisa berlama-lama di luar rumah. Jika tidak, wajah serta bagian kulit yang terbuka akan mengalami sengatan dingin dan kena radang dingin.

Sementara itu, gagang kacamata dari logam bisa menempel ke kulit dan berisiko luka jika ditarik.

Mengutip Smithsonian Magazine, meski cuaca ekstrem, lebih dari 300.000 orang yang tinggal dan bekerja di Yakutsk cukup terbiasa dengan situasi dingin itu.

Upah pekerja di Yakutsk lebih mahal karena pekerja mesti berhadapan iklim yang ekstrem.

Warga Yakutsk sebagian besar didominasi pakaian serba berbulu dan tebal, mulai dari bot rusa, mantel rubah, hingga topi muskrat.

Sebagian besar rumah dilengkapi penghangat, bahkan di bagian garasi sekalipun.

Di Siberia, Yakutsk termasuk salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk tercepat.

Namun, seperti masyarakat kota pada umumnya, warga Yakutsk juga punya bioskop, tempat makan, sekolah, dan fasilitas transportasi umum yang berfungsi sepanjang tahun.

 

Foto : Reddit

Musim Panas

Saat musim panas tiba penduduk kota pertambangan ini nyatanya merayakan festival musim panas.

Laporan dari National Geographic menceritakan saat musim itu tiba, orang Yakutsk akan piknik keluarga dengan hidangan tradisional, minuman beralkohol ringan dari susu kuda yang difermentasi, dan orang yang lebih muda menerima restu dari orang yang lebih tua.

Festival itu dibuka dengan doa kepada matahari di altar melingkar terbuka atau tusulge.

Festival Ysyakh kemudian berubah menjadi tarian rakyat dalam kostum tradisional, diikuti dengan pertunjukan musik, kompetisi olahraga, peragaan pertempuran, dan pesta sepanjang malam.

 

Foto : UArctic

Kontinental

Yakutsk adalah Ibu Kota Republik Sakha yang terletak di timur laut Rusia, tepatnya di Sungai Lena. Yakutsk terletak di garis lintang 62°N yang cukup tinggi.

Lihat Juga :  Kemenangan Bersejarah Bagi Umat Islam, Pemilu Sela di Amerika Serikat 2022

Iklimnya sangat kontinental dengan catatan suhu rata-rata pada Januari (musim dingin) sekitar −42 °C, sementara pada Juli (musim panas) sebesar 19 °C.

Dinginnya Yakutsk dipengaruhi oleh letaknya di dataran tinggi Siberia. Jaraknya pun hanya 450 kilometer dari Lingkar Arktik.

 

Foto : IDN Times

Bertahan Hidup

Bagaimana cara orang Yakutsk bertahan hidup?

1. Sepatu, Mantel, dan Topi Bulu Mahal

Pakaian yang tepat sangat penting di Yakutsk, terutama pada musim dingin. Agar dapat kehangatan maksimal, seorang warga Yakutsk perlu memakai pakaian serbabulu, mulai sepatu bot rusa, topi muskrat, dan mantel rubah.

Umumnya, orang Yakutsk mengenakan pakaian dari bulu hewan asli. Harganya mahal, tetapi dinilai sebagai investasi bagi warga setempat agar bertahan hidup, seperti dikutip dari BBC News.

Satu sepatu bot rusa asli yang layak biasanya dijual sekitar Rp 9,3 juta, setara satu kali gaji rata-rata di sana.

Sementara itu, satu mantel bulu panjang bisa mencapai Rp 24 juta. Warga Yakutsk bisa mengambil utang berjaminan ke bank untuk membeli mantel bulu sesuai kebutuhan.

2. Jangan Keluar Rumah Kecuali Memang Perlu

Tidak ada orang Yakutsk yang keluar rumah di musim dingin kecuali benar-benar harus karena bisa terserang radang dingin.

Beberapa hal yang membuat orang Yakutsk keluar rumah di suhu sangat rendah antara lain karena harus pergi ke sekolah atau bekerja.

Namun, sebelum keluar rumah, mereka dipastikan sudah terbungkus pakaian hangat dari atas sampai bawah.

Karena itu, pemandangan orang bertopi bulu dan mantel bulu panjang umum di Yakutsk, baik anak sekolah maupun orang dewasa.

Lima sampai sepuluh menit di luar ruangan di Yakutsk bisa membuat kelelahan, nyeri sengatan dingin di wajah, dan nyeri berkepanjangan di jari tangan dan kaki.

Umumnya, orang Yakutsk paling lama 20 menit saja di di luar rumah. Karena itu, warga juga harus memasukkan kucing atau anjing peliharaan, terkadang juga kucing dan anjing liar, ke dalam rumah agar tidak mati membeku di teras dan di jalanan.

Rumah-rumah termasuk bagian garasi punya penghangat di Yakutsk. Aki mobil juga bisa beku jika diparkir di luar rumah sehingga mobil di luar ruangan terus dalam keadaan hidup.

Untungnya, transportasi umum Yakutsk beroperasi sepanjang tahun, di musim dingin dan musim panas.

Lihat Juga :  Jelajah Wisata Turki (7) : Topkapi Palace, Napak Tilas Peninggalan Nabi, Ramai Didatangi Wisatawan dari Berbagai Penjuru Negeri

3. Tetap Ada Olahraga Outdoor

Kendati kedengaran tidak masuk akal, ada kejuaraan maraton di Yakutsk dan desa serta kota sekitarnya.

Lomba ini digelar bahkan di suhu -60°C di Oymyakon, desa terdingin di dunia dekat Yakutsk.

Rupanya, orang-orang di sana bisa menikmati berlari di pegunungan. Di samping terbiasa dengan suhu serendah itu sejak lahir, warga setempat juga berlari dengan sepatu bot bulu tinggi dan jaket empuk.

4. Bangunan 2 Meter di Atas Tanah

Bangunan-bangunan di Yakutsk berdiri seperti rumah panggung. Tiang-tiang panggungnya terbuat dari beton dan baja setinggi 2 meter di atas tanah permafrost dan sedalam 1-8 meter.

Permafrost adalah ibun abadi atau tanah beku abadi. Ibun abadi terbentuk dari es-es yang menggenggam tanah, pasir, dan bebatuan dengan suhu di bawah 0°C.

Kedalaman permafrost di Yakutsk bisa mencapai 350 meter, seperti dikutip dari laman North-Eastern Federal University in Yakutsk.

Sementara itu, Yakutsk juga mengalami musim panas dengan suhu di bulan Juli bisa mencapai 30°C-38°C. Saat musim panas, lapisan atas permafrost mencair.

Karena itu, jika tidak ditopang tiang pancang baja dan beton, bangunan-bangunan itu bisa runtuh karena berdiri di atas air lelehan es.

5. Menjadi Pekerja Tambang Ketimbang Petani

Permafrost juga menyulitkan pertanian. Meskipun sudah masuk musim panas, butuh waktu lama bagi tanah lapisan atas untuk menghangat.

Sementara itu, musim tanam bagi petani hanya berlangsung singkat dalam beberapa minggu.

Karena itu, lebih banyak warga yang bekerja di industri pertambangan.

Yakutsk dan Yakutia secara keseluruhan dikenal dengan cadangan emas, berlian, batu bara, bijih besi, dan gas alam. Yakutia sendiri menghasilkan seperlima berlian di dunia.

6. Penggalian Kubur Beberapa Hari

Masih gara-gara permafrost, tanah beku menyulitkan warga Yakutsk untuk menggali kuburan. Butuh waktu 2-3 hari untuk menggali kubur.

Untuk menggali kubur di kota terdingin di dunia ini, nyalakan api ke batu bara. Setelah beberapa jam, seret arang ke satu sisi. Setelah tanah mencair sekitar 15 cm karena panas api, gali tanah.

Batu bara panas tersebut lalu didorong lagi ke dalam lubang, tanah mencair, lalu gali kembali. Proses ini diulang sampai lubang kuburan mencapai kedalaman 2 meter. (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button