CAHAYA RAMADAN

Indahnya Berpuasa di UEA (1) : Berbagi Isi Kulkas yang Ditempatkan di Sejumlah Lokasi

ASSAJIDIN.COM — Sudah seharusnya kita saling berbagi di bulan suci Ramadhan ini.

Di Indonesia sendiri, berbagi takjil gratis menjadi hal yang biasa kita lakukan. Biasanya takjil gratis bisa kita dapatkan di masjid-masjid atau jalanan.

Foto : Reportase News

Kegiatan berbagi ini juga ternyata dilakukan oleh masyarakat muslim di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun cara mereka berbagi agak berbeda dan unik.

Mereka akan berbagi makanan lewat kulkas-kulkas yang sudah disediakan di pinggir-pinggir jalan. Makanan tersebut diperuntukkan untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Isinya ada berbagai macam makanan dan minuman. Orang-orang yang membutuhkan bisa mengambilnya sendiri secara cuma-cuma.

Tradisi ini rupanya sudah setiap Ramadhan dilakukan sejak tahun 2016 lalu dan disebut sebagai aksi Sharing Fridges.

Lihat Juga :  Dorong Penguatan Ekosistem Halal, UKB-Pemprov Sumsel Gelar Halal Fair 2024

Konsepnya ialah kulkas diletakkan di beberapa lokasi. Lokasi tersebut kemudian akan dibagikan di media sosial dan orang-orang bisa menyumbangkan makanan maupun minuman ke dalam kulkas tersebut.

Nantinya orang-orang yang membutuhkan bisa mengambilnya sendiri secara gratis.

Foto : Tiket.com

Donasi Kulkas

Seorang ekspatriat asal Belanda, Fikra Yel, baru-baru ini membagikan bagaimana awal mulai hal ini terjadi kepada Gulf News.

Tahun 2016, Fikra pindah dari Meadows ke Jumerah Park. Sebelum pindah rumah, dirinya mendonasikan kulkasnya ke seorang teman bernama Sumayyah Sayed yang tinggal di Meadows.

Sumayyah lantas memutuskan membuat Facebook group untuk mengumpulkan para relawan membantunya mengisi penuh kulkas tersebut.

Lihat Juga :  Wapres Tinjau Kantor BSI Perwakilan Dubai, Minta BSI Lebarkan Sayap di Luar Negeri

Isi kulkas tersebut akan berguna untuk para pekerja di daerah sekitar. Pada akhir Ramadhan 2016, inisiasi ini sudah sangat berkembang dan jumlah kulkas yang digunakan untuk mendonasikan makanan dan minuman bagi masyarakat dan komunitas setempat juga bertambah hingga 170 kulkas.

Tak pernah terpikirkan sebuah aksi ini kini berubah menjadi sebuah kebiasaan bahkan tradisi Ramadhan di kota serba modern ini.

Menurut ikhwan, bisakah ide seperti ini diterapkan di Indonesia selama bulan suci Ramadhan? (Dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button