MOZAIK ISLAM

Asbabun Nuzul Surat Al-A’la, Kandungan serta Keutamaannya

ASSAJIDIN.COM –Setiap ayat di dalam Al-Quran mengandung pesan Tuhan yang penting dipahami setiap Muslim. Tanpa memahami makna yang terkandung di dalamnya, seorang Muslim tidak akan bisa mengamalkan ajarannya dalam kehidupan.

Maka dari itu mengetahui isi kandungan dan keutamaan surat-surat di dalam Al-Quran penting dilakukan, termasuk Surat Al-A’la.

Surat Al-A’la merupakan surat ke-87 yang juga disebut surat Sabbikisma Rabbika Al-A’la atau dipersingkat lagi dengan nama Sabbifaisma. Nama surat berjumlah 19 ayat ini diambil dari ayat pertama yaitu Al-A’la yang memiliki arti Yang Paling Tinggi.

Surat ini adalah wahyu ke-7 yang diterima Rasulullah SAW, yaitu sesudah Surat At-Takwir. Menurut Prof M Quraish Shihab, Surat Al-A’la termasuk salah satu surat yang paling disukai atau paling sering dibaca oleh Nabi SAW. Beliau membaca pada rakaat pertama sholat Jumat, sholat led, sholat Witir dan sesekali dalam rakaat pertama sholat Maghrib.

Rupanya surat ini memiliki isi kandungan yang luar biasa berupa penyucian dan penetapan kuasa-Nya untuk memberi tuntunan wahyu kepada para nabi. Agar lebih jelasnya, yuk simak isi kandungan dan keutamaan Surat Al-A’la yang penting diketahui umat Islam.

Asbabun nuzul Surat Al-A’la sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Imam Thabrani yang bersumber dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa setiap kali Rasulullah SAW menerima wahyu dari Jibril, beliau SAW selalu membaca wahyu tersebut berulang-ulang dikarenakan beliau khawatir jika wahyu tersebut terlupakan.

Lihat Juga :  Safari Masjid ke Palembang, Ustadza Oki : Jangan Pernah Tinggalkan Sholat, Hidup dan Matimu Karena Allah SWT

Kemudian turunlah Surat Al-A’la ayat 6 yang artinya “kami akan membacakan (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa.” Ayat ini turun untuk menjamin bahwa Nabi Muhammad SAW tidak akan melupakan ayat-ayat yang telah diturunkan kepadanya.

Berikut isi kandungan Surat Al-A’la yang penting diketahui:

Kandungan Surat Al-A’la yang pertama ialah menjelaskan tentang perintah Allah SWT untuk bertasbih dengan menyebutkan nama-Nya.
Kandungan yang kedua berisi tentang Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah sedikitpun lupa dengan ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan kepadanya.
Surat Al-A’la juga berisi cara atau jalan menuju keberhasilan di dunia dan akhirat.
Allah SWT menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk hingga melengkapi kebutuhan makhluk-Nya.
Keutamaan Surat Al-A’la
Melansir dari laman Bincang Syariah, keutamaan Surat Al-A’la diambil dari riwayat hadis yang berada dalam Kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar karya Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi. Berikut tiga keutamaan Surat Al-A’la selengkapnya yang perlu diketahui:

1. Mendapat Pahala Kebaikan
Muslim yang membaca Surat Al-Al-A’la akan mendapatkan pahala kebaikan sebanyak huruf yang telah diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Sebagaimana riwayat berikut ini:

Lihat Juga :  Gelar Festival Ramadhan Pegadaian 2024, Tingkatkan Eksistensi Pegadaian di Masyarakat

Dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata: Rasulullah Saw berkata kepadaku, “Barangsiapa membaca surah ‘Sabbihisma rabbikal a’laa, maka Allah akan memberinya pahala sepuluh kebaikan dengan hitungan setiap huruf yang diturunkan Allah atas Nabi Ibrahim, Musa, Isa, semoga Allah memberikan kepada mereka semua.”

2. Surat yang Dicintai Nabi SAW
Keutamaan Surat Al-A’la yang selanjutnya ialah bahwa surat ini termasuk salah satu surat yang dicintai Nabi Muhammad SAW. Beliau sering membaca surat ini di dalam sholatnya, baik sholat sunah maupun fardhu. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah riwayat berikut ini: “Dari Sayidina Ali bahwa dia pernah berkata: Nabi SAW mencintai surat ini, yaitu Sabbihisma robbikal a’laa.”

3. Surat yang Dibaca saat Witir
Keutamaan Surat Al-A’la yang selanjutnya ialah surat ini sering dibaca Nabi SAW dalam sholat witir. Sholat sunah yang satu ini dikerjakan sebagai penutup sholat dalam waktu sehari, sehingga biasanya dilaksanakan setelah sholat isya atau setelah sholat tahajud.

Hal ini sebagaimana riwayat hadis berikut ini: “Dari Imran bin Hushain bahwa sesungguhnya Nabi Saw melaksanakan shalat Witir dengan membaca surat Sabbihisma robbikal a’laa, Qul yaa ayyuhal kafirun, dan Qul huwallaahu ahad.” (*/Sumber: dream)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button