CAHAYA RAMADAN

Tradisi Ramadhan di Arab Saudi (2) : Ngabuburit, Menunggu Tibanya Waktu Berbuka Puasa

ASSAJIDIN.COM — Sama halnya di Indonesia, Arab Saudi juga memiliki tradisi ‘ngabuburit’ untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Menurut keterangan dari Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah Arab Saudi menyatakan masyarakat Saudi biasa menghabiskan tradisi tersebut jelang waktu berbuka puasa.

“Mereka biasa melakukan ngabuburit pas sore, namanya ‘Tajhizat al Iftar’,” kata WNI yang enggan ditulis identitasnya.

Tradisi ngabuburit ini dilakukan dengan berjalan-jalan dan berburu aneka takjil atau menu berbuka.

Selama menjelang waktu berbuka ini akan ada banyak pedagang takjil dadakan di berbagai tempat.

Selain itu, ada juga yang melakukan ngabuburit dengan cara berbagi menu berbuka secara cuma-cuma.

Sobyah. (Foto : Tempo.co)

Sobyah

Disebutkan di Saudi terdapat kudapan khas Ramadhan bernama sobyah dan menjadi primadona masyarakat Arab Saudi.

“Biasanya warga Saudi sering membeli jajanan bernama sobyah sejenis minuman dengan roti yang dikeringkan,” tambahnya.

Lihat Juga :  Memperingati Nuzulul Quran, ini Lima Langkah Tahapan Membaca Alquran

Melansir dari Arab News, sobyah merupakan minuman khas Arab Saudi yang hanya tersedia pada bulan suci Ramadhan.

Masyarakat dapat membeli sobyah dari pedagang kaki lima dan pasar lokal, khususnya di kota Mekkah.

 

Takjil Arab Saudi. (Foto : Enervon)

Minuman Tradisional

Sobyah merupakan minuman tradisional khas daerah Arab bagian barat. Minuman dingin ini khusus dibuat pada bulan Ramadhan.

Jika kita ke negeri Arab, kita akan menemukan sobyah dalam berbagai warna. Namun sobyah yang asli berwarna krem.

Cara pembuatan dan bahannya cukup sederhana. Yang dibutuhkan hanyalah roti, kayu manis, gula, kapulaga, dan sereal, ditambah es batu sesuai dengan selera.

Dikutip dari laman Arabnews, minuman ini harus disajikan dalam keadaan dingin sehingga cocok buat teman berbuka puasa.

Tambahkan es secukupnya sesuai dengan selera. Sebaiknya, sobyah disimpan tidak lebih dari dua hari karena nutrisinya akan hilang.

Lihat Juga :  Berita Foto : Berbuka Puasa di Masjid atau Surau

Berikut ini bahan dan cara pembuatan yang diadopsi dari laman Ya Salam Cooking.

 

Bahan: 

1 buah roti gandum 1,2 liter air 300 gram gula pasir 1 sendok teh bubuk kayu manis 1/2 sendok makan kapulaga 1 sendok makan oat/sereal

 

Cara Membuat:

– Potong roti menjadi potongan kecil.

– Rendam potongan roti, gandum, 200 gram gula dengan 0,6 liter air selama 24 jam.

– Remas roti dan tiriskan dua kali menggunakan saringan, ambil airnya saja.

– Tambahkan kapulaga, kayu manis, aduk rata. Tiriskan kembali.

– Tambahkan sisa air dan gula, aduk hingga gula larut.

– Tuangkan ke dalam wadah, dinginkan di lemari es. – Sajikan dalam keadaan dingin. (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button