DUNIA ISLAMINTERNASIONAL

Pesona Wisata Yordania (3) : Keindahan ‘Tersembunyi’ di Laut Mati

ASSAJIDIN.COM — Pernah mendengar dead sea atau laut mati?

 

Adakah kehidupan di Laut Mati? (Foto : Kompas.com)

 

Laut Mati sudah dikenal luas masyarakat dunia lewat buku, foto, YouTube dan lainnnya.

Hanya saja sebagian besar dari kita boleh jadi belum sempat menyambangi laut mati.

Mungkin karena belum ada waktu, dana terbatas atau lebih memerioritaskan berkunjung ke tempat-tempat terindah di belahan dunia.

Laut Mati adalah danau yang berada di antara tiga wilayah, yaitu Palestina, Israel, dan Yordania. Luasnya mencapai 600 km persegi dengan kedalaman 304 meter.

Dinamakan Laut Mati karena hampir tidak ada kehidupan di dalam maupun di tepi danau. Hanya bakteri dan jamur mikroba yang berkembang di sana.

Meski namanya cukup seram, danau ini justru memiliki keindahan yang menakjubkan.

Laut mati mengering. (Foto : CNN Indonesia)

 

Fakta Unik 

Berikut ini sejumlah fakta unik mengenai Laut Mati yang dikutip dari situs Jordan Traveler:

1. Titik Terendah Bumi

Laut Mati adalah titik terendah di Bumi yang berada di daratan. Permukaannya berada sekitar 1.387 kaki atau 427 meter di bawah permukaan laut.

2. Perairan Paling Asin ke-7

Laut Mati merupakan perairan paling asin ke-7 di dunia dengan salinitas rata-rata 34%. Salinitas tersebut hampir 10 kali lebih banyak garam daripada air laut biasa.

3. Kadar Garam Tertinggi

Meski bukan yang paling asin, Laut Mati adalah perairan yang kadar garamnya paling tinggi di dunia, titik terdalamnya mencapai 1.000 kaki atau sekitar 306 meter.

4. Tak Bisa untuk Berenang

Kandungan garam yang lebih dari 340 gram/kg air dan bercampur mineral lainnya, air di Laut Mati lebih padat dibandingkan tubuh manusia.

Maka jangan harap kamu bisa benar-benar berenang atau menyelam di sini, karena kamu akan terus terdorong ke atas.

Secara teknis memang bisa melakukan scuba diving di Laut Mati, namun hanya bisa dilakukan oleh penyelam profesional.

5. Punya Khasiat Alami

Laut Mati diyakini berkhasiat untuk penyembuhan sejumlah penyakit karena kandungan garam dan mineralnya yang tinggi.

Selain penyakit kulit, Laut Mati juga dipercaya menyembuhkan radang sendi, dan mengurangi peradangan.

Lihat Juga :  Siswa Muslim di Melbourne Dipaksa Tonton Kartun Nabi Muhammad, ICV Kecewa

 

Potret seorang pria yang mengapung di Laut Mati (Foto : instagram.com/felixbedolla_)

Aktivitas Seru 

Dikutip dari situs Walk My World, inilah beberapa aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Laut Mati:

1. Mengapung

Datang ke Laut Mati, aktivitas yang harus kamu lakukan adalah mengapung. Kamu akan membuktikan kebenaran tentang keunikan Laut Mati ini.

Cukup tenangkan diri, tak perlu takut tenggelam, dan kamu akan belajar menyeimbangkan diri saat mengapung di sana.

2. Berlumpur

Biarkan dirimu berlumpur seperti kerbau yang menjerum di dalam lumpur selama 15 menit.

Biarkan lumpur kering di bawah terik matahari, kemudian bilas di air Laut Mati. Lumpur ini diyakini baik untuk kesehatan kulit.

3. Bertualang ke Ngarai Wadi Mujib-Jalur Siq

Yang menjadi favorit wisatawan adalah bertualang di Ngarai Wadi Mujib dan melintasi Jalur Siq. Kamu akan menikmati pemandangan ngarai yang menakjubkan selama perjalanan.

Di ngarai, kamu harus berjalan di jalur berair setinggi pergelangan kaki. Namun di titik tertentu, kamu harus sedikit berenang. Ada juga titik yang mengharuskan kamu memanjat air terjun kecil berbatu.

4. Melihat Sunset

Seperti piknik di laut lainnya, di Laut Mati sisi Yordania, kamu juga menikmati sunset atau matahari tenggelam saat senja. Bagi pecinta fotografi, inilah saat terbaik untuk mengambil gambar.

 

Pesona Laut Mati. (Foto : IST)

 

Fenomena Unik

Mengutip Chanelmuslim.com, salah satu ayat-ayat kauniyah yang sampai saat ini bisa disimak dan dipelajari adalah Laut Mati.

Disebut Laut Mati karena memang tidak ada tanda-tanda kehidupan di laut ini. Tidak ada ikan, udang, kerang, siput, ganggang, lumut, atau apa pun tentang flora dan fauna.

Hal ini setidaknya ada dua sebab. Pertama karena kadar garamnya yang ekstrim. Dengan kadar garam yang ekstrim ini, hampir tak satu pun flora atau fauna yang mampu bertahan di tempat ini.

Kedua, hal yang masih misterius dari danau ini adalah efek mengapung. Jadi, apa pun yang memiliki kandungan udara termasuk tubuh kita akan mengapung berada di air ini.

Hal ini pula yang mungkin menjadi sebab hewan-hewan air seperti ikan tidak bisa hidup di tempat ini. Karena ikan-ikan pun akan mengapung alias tidak bisa bernafas melalui insangnya.

Lihat Juga :  Cinta Kepada Orang Lain Hendaklah Karena Allah

Bukan hanya flora dan fauna yang tidak mau hidup di danau ini. Manusia pun tidak ada yang mau tinggal di tepiannya. Hal ini karena bau tidak sedap begitu menyengat dari danau ini.

Inilah kenapa di sekitaran Laut Mati tidak ada rumah atau pondok-pondok seperti umumnya danau atau di tepian laut-laut lain.

 

Garam dan Laut Mati. (Foto : IDN Times)

 

Pesan Murka Allah 

Fenomena Laut Mati seolah menjadi pesan murka Allah SWT kepada umat manusia. Pesan ini terkait dengan apa yang pernah terjadi di tempat ini.

Para arkeolog menemukan fakta-fakta bahwa tempat ini merupakan lokasi di mana kaum Sodom di masa Nabi Luth alaihissalam pernah tinggal.

Terjadinya Laut Mati diperkirakan karena gempa dahsyat yang membuka daratan yang menuju Laut Merah di selatannya. Air laut dari selatan pun masuk ke tempat ini, kemudian tertutup lagi.

Tapi misteri tentang kadar garam ekstrim dan serba mengapung masih belum terjawab.

Seolah-olah ini menjadi pesan bahwa betapa murkanya Allah SWT tentang apa yang pernah terjadi di wilayah ini. Yaitu tentang kemaksiatan kaum Sodom, umat Nabi Luth alaihissalam.

Kemaksiatan ini sebegitu menjadi murka Allah boleh jadi karena satu hal. Yaitu, perilaku jahat umat Nabi Luth bisa mengancam populasi umat manusia karena tidak adanya kelahiran baru. Sebuah kemaksiatan yang berefek pada regenerasi umat manusia.

Tentang azab Allah di tempat ini diabadikan dalam Al-Quran Surah Hud ayat 82 :

“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami jungkir-balikkan negeri kaum Luth dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar.

“yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.”

Peristiwa tersebut terjadi sekitar 1.800 tahun sebelum masehi. Atau, hampir 4 ribu tahun dari sekarang.

Sebuah pelajaran yang mestinya terus dicermati agar tidak terulang kembali di kemudian hari. (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button