CAHAYA RAMADANSYARIAH

Aturan Hubungan Suami-Istri di Bulan Ramadan dan Hukum Puasa Sebelum Mandi Wajib

AsSAJIDIN.COM –Aturan hubungan badan di bulan Ramadan dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu.

Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS Al-Baqarah: 187).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT bolehnya pasangan suami istri untuk berhubungan intim selama dilakukan saat malam hari di bulan Ramadan.

Namun, bagaimana jika ada suami istri yang berhubungan badan di malam hari, kemudian tertidur dan baru mandi wajib setelah imsak?

Hukum Puasa Sebelum Mandi Wajib
Hukum puasa sebelum mandi wajib juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari,

Lihat Juga :  Sholawat Allahumma Sholli Ala Muhammad Ya Robbi Sholli Alaihi Wasallim Lengkap dan Artinya

صِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadis Riwayat Bukhari 4/153).

Melansir NU Online, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam, menyimpulkan bahwa orang yang sedang junub boleh menunda mandi besar hingga waktu setelah terbit fajar.

Meski begitu, yang lebih utama adalah menyegerakan mandi sebelum waktu subuh tiba.

Lihat Juga :  30 Persen JCH Usia 65 Tahun ke Atas, Kemenag Matangkan Program Ramah Lansia Tahun 2024

“Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit.

Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 313).

Al-Hafizh berkata dalam Fathul Bari, “Al-Qurthubi menjelaskan bahwa hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha’ terdapat dua pelajaran:

“Rasulullah SAW berjima’ (pada malam hari) bulan Ramadan, kemudian beliau menunda mandi junub hingga fajar terbit; itu menunjukkan bahwa menunda mandi junub hingga subuh tiba adalah hal yang mubah atau boleh dilakukan.

Yang Rasulullah SAW lakukan adalah berjima’, bukan mimpi basah; beliau tidak mungkin bermimpi basah karena mimpi basah itu datang dari setan, sedangkan beliau ma’shum (terjaga) dari hal tersebut. (*/sumber: orami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button