MUSLIMAH

Tantangan Jadi Seorang Polwan, Pakai Insting Sebagai Ibu

Kasubdit IV PPA Polda Sumsel AKBP Raswidiati Anggraini

ASSAJIDIN.COM — Dalam menangani perkara kasus yang melibatkan ibu maupun anak-anak adalah tantangan tersendiri bagi Kasubdit IV PPA Polda Sumsel AKBP Raswidiati Anggraini. Apalagi hal tersebut melibatkan perasaan dan insting seorang ibu. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ibu dengan pangkat AKBP ini.

Atas kerja keras dan dedikasinya wanita kelahiran Lubuk Linggau 40 ini mendapatkan piagam penghargaaan yang telah membantu ibu dan anak yang viral di simpang charitas yang mendapat perhatian masyarakat. Ditambah dirinya dipercaya mengikuti pelatihan Bundeskriminal di Jerman selama 6 bulan.

“Saya agak khawatir jika berhadapan dengan kasus tentang anak apalagi kasusnya anak-anak yang mengalami persetubuhan. Namun saya juga besyukur bisa membatu masyakarat apalagi dalam hal anak dan perempuan dan dapat berkoordinasi dengan intansi terkait,” ujar AKBP Raswidiati

Lihat Juga :  Mewujudkan Keluarga Sakinah Kala Bunda Berkarya Meniti Karir

Sebelum terjun menjadi kasubdit AKBP Raswidiati harus rela meninggalkan kampung halamannya bumi sriwijaya selama 20 tahun.

“Setelah lulus Akpol dan langsung mengikuti pendidikan kembali di Semarang setelah lulus saya langsung berdinas di Polres Kuningan Jawa Barat pada 2006 awal dan pindah ke Polrestabes Bandung, Polres Bandung Tengah hingga Polda Jawa Tengah. Saya juga pernah menjadi dosen Akpol selama 10 tahun,” tambahnya.

Selama 20 tahun itu dirinya merasakan kerinduan dan keinginannya untuk pulang ke kampung halaman. Ditambah keinginan keluarga khusunya sang ayah. Sebelum pindah, AKBP Raswidiati terlebih dahulu mengikuti tes sespim dan mengharuskan dirinya bersama keluarga kecilnya pindah ke Lembang.

Lihat Juga :  Cara dan Hadits tentang Mendidik Anak Menurut Islam

“Apalagi ada keluarga yang meninggal namun langsung pulang, jadi saya ikut tes sespim terlebih dahulu dan alhamdulilah saya lulus. Lalu saya pendidikan di Lembang dan setelah lulus saya ditempatkan di Sumsel pada Bulan November 2003,” tuturnya.(YOLA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button