INTERNASIONAL

Jelang Ramadhan, Boikot Kurma Israel Terus Digaungkan 

ASSAJIDIN.COM — Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan boikot kurma dari zionis Israel terus digaungkan.

Boikot kurma Israel ini bukan cuma karena kekejaman invasi Israel di tanah Gaza pada lima bulan terakhir.

Tapi sangat eksploitatif karena Israel menanam kurmanya di tanah milik Palestina dengan cara menyita tanah milik warga Palestina.

Tercatat, 60% kurma Israel ditanam di permukiman ilegal. Akibat tekanan militer, Palestina yang juga menghasilkan kurma kesulitan bersaing dengan kurma asal Israel yang membanjiri pasar lokal bahkan internasional.

Statista.com menyebut Israel menjadi negara eksportir kurma terbesar di dunia dengan nilai mencapai US$ 330,09 juta pada tahun 2022.

Eksportir kurma terbesar kedua yakni Tunisia dengan nilai ekspor US$ 273,05, dan diikuti Uni Emirat Arab dengan nilai US$ 205,47.

Di posisi keempat negara eksportir kurma ditempati oleh Iran senilai US$ 148,57 juta, lalu kelima Arab Saudi US$ 135,89 juta, keenam Algeria US$ 124,71 juta.

Kemudian ketujuh Irak senilai US$ 95,82 juta, kedelapan Amerika Serikat US$ 82,35juta, kesembilan Mesir US$ 69,51 juta dan terakhir Belanda senilai US$ 63,04 juta.

 

Diekspor

Sekitar 80% kurma dari tanah ilegal tersebut diekspor Israel. Komoditas kurma menjadi salah satu andalan bagi Israel karena menghasilkan keuntungan jutaan dolar sehingga memperkuat ekonomi negara zionis ini.

Lihat Juga :  Kemenangan Bersejarah Bagi Umat Islam, Pemilu Sela di Amerika Serikat 2022

Ironisnya, industri kurma Israel juga telah menjalankan praktik selayaknya perbudakan yang mengeksploitasi tenaga kerja.

Pasalnya, memanen kurma adalah pekerjaan yang sulit namun Israel menggunakan tenaga kerjanya yang juga penduduk Palestina dengan cara keji.

Bahkan, tak jarang tenaga kerja itu adalah anak-anak Palestina yang dipaksa bekerja dan diupah sangat tidak layak.

Perusahaan-perusahaan Israel memanfaatkan tenaga anak-anak Palestina yang memang sangat cepat memanjat pohon kurma. Padahal, pekerjaan memanen kurma sangat melelahkan dan berbahaya.

Selain dengan cara memanjat Israel menggunakan mesin derek untuk mengantar pekerja memetik kurma.

Mereka diharuskan bertahan selama berjam-jam di atas pohon untuk memetik dengan risiko bahaya dan panas yang menyengat.

Tidak jarang, para pekerja tidak bisa ke toilet karena terus berada di ketinggian hingga 12 meter.

 

Imbauan

Mengutip TRT World, Aktivis Hak Asasi Manusia Miko Peled mengimbau untuk tidak membeli kurma dari Israel mulai saat ini.

“Yang kurmanya ditanam di tanah curian, Palestina, dengan air milik Palestina dan keuntungannya masuk ke Israel dan jatuh ke tangan pencuri. Itu tidak pernah terjadi dan itu tidak bermoral,” katanya.

Lihat Juga :  Simpel Saja, Lakukan Kebaikan Sesuai dengan Kemampuan

Hal senada juga diungkap Pendiri Halal Corner Aisha Maharani. Ia merekomendasikan beberapa merek kurma Israel yang jangan sampai dibeli.

Ia juga menyebut beberapa merek kurma yang ‘aman’ karena bukan berasal dari Israel.

Berikut merek-merek kurma Israel yang patut diboikot:

Asda Medjoul, Anna and Shara, Bomaja, Bonbonierra, Carmel Agrexco, Delilah, Desert Diamond, Fancy Medjoul, Food to Live. Hadiklaim, Jordan Plains, Jordan River, Kalahari, Karsten Farms, King Solomon, La Palma, M & S, dan Mehadrin.

Ada pula merek Morissons, Nava Fresh, Paradise Dates, Prana Biologique, Premium Medjoul, Rapunzel, Red Sea, Royal Treassures, Sainsbury, Sadat, Shams, Shah Co, Sincerely Nuts, Star Dates, Tamara Bar, Urban Platter, dan Waitrose.

Sebaliknya, beli dan konsumsilah merek-merek kurma berikut ini:

Al Madina Dates, Alnakhala, Atmarco, Barakat Foods, Bateel, Cali Medjool, Coachella’s Best, Dakahlia, Natural Delights, Yaffa, Joolies, Royal Delight, Royal Palm, Payitahit, Pure Palm, Sahara Gold, Sed Oasis, dan SN DA.

Merek-merek lainnya yakni Aqla Kurma Medjool Palestine, Date Crown Medjool, Medjool Syam Luxury Date, Ariha Palestinian Medjool Dates, Quality Farms, Imperial Date Gardens, Oases of Morocco, Oasis Date Gardens, Yasmeen Sweets, dan Zam Zam Farms.

 

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button