DUNIA ISLAMINTERNASIONAL

Jelajah Wisata Turki (7) : Topkapi Palace, Napak Tilas Peninggalan Nabi, Ramai Didatangi Wisatawan dari Berbagai Penjuru Negeri

ASSAJIDIN.COM — Banyak tempat yang anda bisa kunjungi saat liburan bersama di Turki.

 

Istana Topkapi di Istanbul, Turki. (Foto : Instagram @iqbar.foedus)

 

Salah satunya ‘Topkapi’ Palace. Memiliki arti ‘gerbang meriam’ atau dalam bahasa Inggris disebut ‘gate of canons’.

Hal ini dikarenakan terdapat meriam besar di depan gerbang Topkapi Palace yang digunakan untuk menaklukkan Konstantinopel.

Topkapi Palace menjadi bangunan kebanggaan kota Istanbul selain Hagia Sophia dan bangunan lainnya.

Topkapi Palace terletak di sebuah bukit yang berada di semenanjung kecil di seberang bukit Galata.

Persisnya berada di kawasan Sultanahmet yang merupakan old city Istanbul, dekat dengan Hagia Sophia dan Blue Mosque.

Jika anda mau berkunjung ke Topkapi Palace, trem adalah sarana transportasi termudah untuk menuju ke sana. Setelah itu anda bisa berjalan kaki sebentar.

Suhu yang sejuk pada saat musim semi, pemandangan bunga tulip dan berbagai toko souvenir di kanan kiri, membuat perjalanan itu sendiri sudah jadi wisata yang tak terlupakan.

 

Inside Topkapi Palace. (Foto : IST)

 

Museum

Istana Topkapi dulu sebagai kediaman resmi Sultan Ustmaniyahatau TurkiOttoman selama lebih dari 600 tahun.

Kini sudah dijadikan museum yang menyimpan barang-barang peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW.

Museum yang terletak di Istanbul, Turki ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

Pengunjung tertarik melihat beragam koleksi dari museum terutama benda-benda peninggalan Rasulullah SAW, dan bangunan bekas istana yang melegenda.

Istana Topkapi dibangun sejak 1459 atas perintah dari Sultan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II, sang penakluk Konstantinopel yang kemudian diubah nama jadi Istanbul dan Hagia Sophia, gereja Katedral terbesar di dunia kala itu diubah fungsi jadi masjid.

Selama lebih dari 6 abad Istana Topkapi jadi kediaman resmi sultan-sultan Turki Ustmani dan pusat kegiatan kenegaraan, sebelum dipindahkan ke Istana Dolmabahce di Bosporus oleh Sultan Abdul Majid I pada 1856.

Istana Topkapi resmi menjadi museum atas dasar dekrit pemerintah pada 3 April 1924, setelah Turki Ottoman jatuh.

Lihat Juga :  JANGAN MUDAH MARAH

Kompleks Istana Topkapi dibagi empat lapangan utama dan juga beberapa bangunan kecil di sekitarnya.

 

Salinan Al-Qur’an di Topkapi Palace di Istanbul, Turki. (Foto : Z Creators/Alan Munandar)

 

Koleksi Topkapi

Koleksi-koleksi di Museum Topkapi antara lain:

1. Manuskrip Al-Quran Pertama

Sebagai umat muslim tentunya Anda penasaran bagaimana bentuk manuskrip pertama kitab suci umat muslim. Di Museum Topkapi, Anda bisa melihatnya.

Manuskrip Al-Quran pertama yang dipamerkan masih ditulis di atas lembaran kulit binatang.

Manuskrip ini adalah lembaran Al-Quran sebelum disatukan menjadi sebuah kitab yang utuh.

Di Museum Topkapi, salah satu manuskrip yang tersimpan adalah manuskrip Surat Al-Qadar.

2. Ruang Privy dan Kamar Relik Suci

Museum Topkapi memiliki ruangan yang dibangun di halaman dalam. Pembangunan berlangsung di masa Sultan Mehmed II.

Ruang tersebut semula digunakan sebagai tempat pribadi Sultan yang dipakai hingga pertengahan abad ke-16.

Kini ruangan ini digunakan untuk penyimpanan benda-benda peninggalan abad ke-18 dan ke-19 yang dipindahkan secara bertahap ke Kamar Relik Suci dari Madinah.

Beberapa koleksi penting adalah barang peninggalan Rasulullah antara lain, mantel suci Nabi, rambut dari janggut Nabi, Jubah Fatimah, Relikui atau tempat menyimpan gigi Nabi, jejak kaki Nabi, surat, busur, dan pedang milik Nabi.

Pengunjung juga dapat menemukan peninggalan suci dari Nabi lain dan para sahabat Nabi Muhammad, seperti nampan yang dipakai Abraham, tongkat Musa, pedang Daud, dan lainnya.

Barang-barang yang ditugaskan untuk Ka’bah oleh para sultan seperti kunci, gerbang dan relikui Ka’bah untuk Batu Hitam atau al-Hajaru’l Aswad pun dapat pengunjung temukan di Museum Topkapi.

3. Koleksi Pakaian Sultan

Ada sebuah tradisi, yaitu menggabungkan semua pakaian yang dikenakan para sultan dan pangeran yang baru meninggal, memberinya label, lalu menyimpannya di perbendaharaan istana.

Oleh karenanya, pengunjung akan menemukan koleksi pakaian sultan dan pangeran di Museum Topkapi.

Semuanya merupakan peninggalan abad ke-15 sampai awal abad ke-10. Koleksi tersebut kemungkinan dijadikan contoh terbaik dari seni tekstil.

Lihat Juga :  Tempat Wisata di Arab Saudi (18) : Jabal Al Fil, Batu Purba Menyerupai Gajah, Sangat Indah Saat Sunset 

Kelengkapan koleksi tidak bisa diragukan lagi, karena terdapat berbagai bentuk pakaian seperti kaftan, turban, dan penutup yang ditempatkan dalam sarkofagus sultan di dinasti Ottoman.

Pakaian-pakaian itu bukanlah simbol estetika belaka, namun juga simbol status profesional, etnis, dan tingkatan sosial.

4. Potret Lukisan Sultan

Koleksi berharga lainnya adalah potret lukisan para sultan Utsmani. Totalnya mencapai 36 potret sultan penguasa. Koleksi ini tentunya tidak kalah menarik dengan koleksi-koleksi di Museum Mutter.

Jenis lukisan pun bervariasi mulai dari lukisan minyak, ukiran, cat air, dan lukisan gading.

Sayangnya, Museum Topkapi tidak memuat gambar Sultan Mehmed 11 yang memerintah dari tahun 1441-61 hingga 1451-81.

5. Perangkat Makan dari Perak

Koleksi lain yang menjadi pusat perhatian wisatawan adalah peralatan makan dari perak. Perangkat perak itu merupakan karya abad ke-16 sampai ke-19 dan menjadi bagian penting dari perbendaharaan kekaisaran Ottoman.

Terdapat sekitar 2.000 koleksi perak. Koleksi tertua adalah nampan bundar bertuliskan temple kaligrafi dari Sultan Suleiman yang Agung dan memerintah pada 1520 hingga 1566.

Koleksi peralatan makan perak antara lain satu set kendi, brazier, piring, satu set permen, dan juga teh.

Benda perak unik lainnya adalah labu perak yang digunakan untuk menampung air selama upacara pembukaan Air Mancur Jerman tahun 1901 di Hippodrome.

Pedang Nabi Muhammad SAW. (Foto : Islampos)

 

Situs Warisan Dunia

Istana ini menjadi bagian dari salah satu bangunan bersejarah di Istanbul yang masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1985.

Tempat ini mempunyai banyak nilai budaya dan sejarah yang menarik untuk diketahui.

Semoga kamu kapan-kapan bisa ke sana, ya. (TAMAT/Dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button