SYARIAH

Apakah Azab Kubur Dihentikan di Bulan Ramadhan?

ASSAJIDIN.COM –Azab kubur adalah balasan yang diterima oleh manusia atas perbuatan buruk yang dilakukan di dunia.

Manusia akan memasuki alam kubur sebelum di bangkitkan nanti di hari Kiamat.

Sampai hari Kiamat itu tiba, manusia akan mendapat balasan atas perbuatan buruknya dengan mendapat siksa kubur.

Kebenaran adanya azab kubur terdapat dalam sebuah hadis.
Dikutip dari serambinews.com,
Diriwayatkan oleh Hannad ibnus-Sari dalam kitabnya Az-Zuhdu dari Waki’, dari Al-A’masy, dari Syaqiq, dari Aisyah ra berkata bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi masuk menemuinya, lalu wanita Yahudi itu mengatakan, “Kami berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”

Maka Aisyah ra menanyakan azab kubur itu kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: Adzab kubur itu adalah haq atau benar adanya.

Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya mereka disiksa di kuburnya sampai binatang-binatang mendengar suara mereka. Aisyah ra mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia melihat Rasulullah sesudah selesai dari salatnya, melainkan memohon perlindungan dari azab kubur. (HR. Al-Bukhari)

Dikutip dari berbagai sumber, ada dua pendapat para ulama tentang apakah benar di bulan Ramadhan siksa kubur dihentikan sejenak.

Lihat Juga :  Bahaya Sifat Cari Muka, Pencitraan, Bisa Mengarah ke Munafik

Pertama: karena sifat Rahman dan Rahim ANya, ada beberapa waktu dimana azab kubur dihentikan. Kapan saja itu?

1. Di Hari Jumat

Azab kubur juga diberhentikan di hari Jumat, yang merupakan sayyidul ayyam. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadis,

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر

Artinya: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jumat atau malam jumat kecuali Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad)

2. Di Bulan Ramadhan

Ini adalah salah satu dari kemuliaan dari bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,

أن عذاب القبر يرفع عن الموتى في شهر رمضان

Artinya: “Sesungguhnya azab kubur diangkat dari orang yang meninggal selama bulan Ramadhan.” (HR. Al-Qurthubi)

3. Di Antara Dua Tiupan Sangkakala

Menurut sebagian ulama, di antara dua tiupan sangkakala terdapat masa fatrah bagi ahli kubur. Fatrah yang dimaksud adalah masa ketika tidak ada azab di alam kubur. Saat itu mereka tertidur hingga dibangkitkan di hari Kiamat. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

Lihat Juga :  Guru DPK  di Sekolah Swasta akan Jadi Perhatian

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ

Artinya: Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya). (QS. Yasin:52)

Pendapat kedua,

Sebagian lembaga fatwa menjelaskan bahwa mereka tidak pernah menemukan dalil mengenai berkurangnya siksa kubur saat bulan Ramadhan.

“Sesungguhnya azab kubur dan kenikmatan keberadaannya disepakati ahlus sunah. Berdasarkan dalil dari Al-Quran dan sunah yang shahih. Dan kami tidak menjumpai adanya dalil yang menunjukkan bahwa azab kubur dihentikan selama bulan Ramadhan,” (Fatawa Syabakah Islamiyah).

Namun, masih banyak pertentangan tentang hal ini. Karena siksa kubur sesungguhnya merupakan hal yang ghaib.

Hal ghaib ini hanya akan diketahui oleh Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT pun telah berfirman di dalam Al-Quran surah Al-Isra Ayat 36.

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggung jawabnya.”

Wallahualam bishawab. (*/Sumber: tribunsumsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button