SYARIAH

Tata Cara Sholat Sunnah Tasbih

AsSAJIDIN.COM – Ada banyak jenis sholat sunah dalam Islam yang bisa dilaksanakan oleh umat muslim. Salah satunya yaitu sholat tasbih. Sholat tasbih adalah sholat yang bertujuan untuk memperbanyak memahasucikan Allah SWT dengan cara-cara khusus.

Sholat ini disebut sholat tasbih, karena di dalamnya dibacakan tasbih sehingga dalam 4 rakaat total berjumlah 300 tasbih yang dibaca.

Sebaiknya sholat tasbih dilakukan sebelum sholat hajat, karena sholat tasbih ini menghapus dosa-dosa, dengan demikian menjadi sebab terkabulnya hajat. Alquran telah menjelaskan arti tasbih dalam QS. Ṭāha ayat 130:

Artinya : “Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang”.

Waktu Mengerjakan Sholat Tasbih

Sebelum mengetahui cara sholat tasbih, perlu diketahui kapan waktu baik untuk mengerjakan sholat tasbih. Sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, tetapi ada beberapa ketentuan yang penting untuk diperhatikan, yaitu:

Tidak boleh dilakukan ketika munculnya matahari, yaitu setelah sholat subuh dan sebelum zuhur.
Tidak boleh dilakukan ketika matahari terbenam, yaitu setelah sholat asar. Jika dilakukan siang hari atau sesudah sholat zuhur, dianjurkan untuk mengerjakan empat rakaat dengan satu salam.
Jika dilakukan pada malam hari, dianjurkan untuk melakukan sholat tasbih sebanyak empat rakaat dengan dua salam.
Tidak dilakukan secara berjamaah.

Tata Cara Sholat Tasbih

Niat sholat sunnah tasbih pada siang hari (4 rakaat dengan 1 salam) dengan membaca dalam hati bacaan berikut:

 

USHOLLI SUNNATAT TASBIHI ARBA’A RAK’AATIN LILLAHI TA’ALAA

Artinya: Aku niat sholat tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala.

Lihat Juga :  Pertama Kali Mencoblos Sebagai PJ Walikota Palembang, Ratu Dewa Ajak Istri dan Tiga Anaknya

Niat sholat sunnah tasbih pada malam hari (4 rakaat dengan 2 salam) dengan membaca dalam hati bacaan berikut:

USHOLLI SUNNATAT TASBIHI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA

 

Artinya: Aku niat sholat tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Takbiratul ihram
Membaca doa Iftitah
Membaca surat Al-Fatihah.
Kemudian membaca surat dari Alquran.

Setelah selesai membaca surat Alquran, dilanjutkan membaca tasbih sebanyak 15 kali. Bacaan tasbih seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLA ALLAH, WALLAHU AKBAR

Artinya: Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

Ruku’ dan membaca doa seperti biasa. Setelah itu membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.
I’tidal dan membaca doa seperti biasa. Setelah itu membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.
Sujud dan membaca doa seperti biasa. Setelah itu membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.

Duduk di antara dua sujud dan membaca doa seperti biasa. Setelah itu membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.
Sujud yang kedua kali dan membaca doa seperti biasa. Setelah itu membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.
Membaca tasbih sebelum rakaat kedua. Sebelum berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua, duduk istirahat sejenak sambil membaca tasbih seperti di atas sebanyak 10 kali.
Berdiri mengerjakan rakaat kedua sama seperti pada rakaat pertama.
Duduk tasyahud akhir. Pada tasyahud akhir membaca tasbih terlebih dahulu sebanyak 10 kali, kemudian baru membaca doa tasyahud akhir.
Kemudian diakhiri dengan salam.

Doa Setelah Sholat Tasbih

اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ

Lihat Juga :  Komitmen Cetak Generasi Unggul Melalui Budaya Gemar Membaca

Allahumma inni as’aluka taufîqa ahlil huda, wa a’mala ahlil yaqin, wa munashahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta’abbuda ahlil wara’i, wa ‘irfana ahlil ‘ilmi hatta akhafak. Allahumma inni as’aluka makhafatan tahjizuni ‘an ma’ashika hatta a’mala bi tha’atika ‘amalan astahiqqu bihi ridhaka wa hatta unashihaka bit taubah, khaufan minka hatta akhlusha lakan nashihata haya’an minka wa hatta atawakkala ‘alaika fil ‘umuri kulliha wa hatta akuna ‘uhsinuz zhanna bika, subhana khaliqin nur.

Artinya:

“Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya.” (*/sumber: merdeka.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button