MOZAIK ISLAM

Doa Tawakal dan Ikhtiar agar Tetap Tegar saat Mengalami Cobaan

 

ASSAJIDIN.COM

Doa Tawakal Arab, Latin dan Terjemahnya
حَسْبِيَ اللهُ
HASBIYALLAAHU

Artinya : Cukuplah Allah bagiku

لَا إِلَـهَ إِلَّا هُوَ
LAA ILAAHA ILLAA HUWA

Artinya : Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ
‘ALAIHI TAWAKKALTU

Artinya : Hanya kepada-Nya aku bertawakkal

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
WA HUWA ROBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM

Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (QS. at-Taubah: 129)

Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita tentu lebih siap untuk menerima kenyataan. Mereka yang tidak tawakal, mungkin akan sangat kecewa dan bahkan mengalami stres berat ketika usaha dan doanya tidak atau belum terkabul.

Ketika usaha dan doanya telah terkabul, tentu mereka akan bersyukur karena menyadari sepenuhnya keberhasilan itu berasal dari Allah SWT. Salah satu bentuk syukur itu adalah dengan tetap taat kepada Allah SWT yang disebut takwa.

 

 

eBrikut bacaan doa tawakal dan ikhtiar agar tetap tegar saat mengalami cobaan

Doa tawakal dan ikhtiar dapat diambil dari sebuah hadis yang satu di antaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Berikut bunyi doa tawakal dan ikhtiar berdasarkan hadis:

Lihat Juga :  Doa ini Dibaca oleh Nabi Muhammad SAW untuk Abdullah Ibnu Abbas sehingga Menjadi Ahli Tafsir Hebat

Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khoshamtu wa ilaika hakamtu faghfirli ma qoddamtu wa ma akhkhortu wa ma asrartu wa ma a’lantu antal muqoddimu wa antal muakhkhiru la ilaha illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan yang kemudian aku lakukan, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengakhirkan. Engkaulah Rabbku, tidak ada ilah yang hak diibadahi kecuali Engkau.”

Contoh bentuk ikhtiar yang perlu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari ialah sebagai berikut:

1. Bekerja Keras

Bekerja keras tanpa pamrih pelru ditanamkan sejak dini. Kerja keras yang diniatkan ibadah bisa bermanfaat untuk bekal akhirat kelak. Bekerja keras bertujuan untuk mencapai cita-cita dan keinginan menuju hidup yang lebih baik.

Alhasil, ikhtiar ini tak hanya bermanfaat bagi hidup di dunia, melainkan juga di akhirat.

Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Ankabut ayat 6 yang artinya:

“Barang siapa bekerja keras maka sesungguhnya ia bekerja keras untuk dirinya sendiri, sungguh Allah itu maha kaya dari segala makhluk.”

2. Pantang Menyerah

Selain bekerja keras, kita dianjurkan untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi cobaan. Jika menghadapi kegagalan, sebaiknya kita berserah diri kepada Allah dan jangan sampai putus asa. Kegagalan adalah proses menuju kesuksesan yang sebenarnya.

Lihat Juga :  Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha

Penting diketahui, sifat putus asa sangat dibenci Allah sebagaimana firman-Nya dalam Surat Yusuf ayat 87:

“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”

Sifat yang mudah menyerah identik dengan kekufuran. Jika iman seseorang kuat maka ia punya prinsip bahwa putus asa hanya untuk manusia durhaka dan kufur nikmat Tuhan.

3. Bertanggung Jawab

Bentuk ikhtiar yang selanjutnya ialah bertanggungjawab dengan hidupnya dan amanah yang dibebankan kepadanya. Tanggung jawab juga berarti berbuat sesuatu sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Sikap ini penting dilakukan sebagai manusia yang bermoral karena kewajiban sudah seharusnya dilakukan.

4. Tekun dan Rajin Belajar

Belajar tak hanya diartikan bagi anak-anak sekolah maupun orang yang bergelut dalam dunia pendidikan formal. Dengan belajar, kita bisa hidup menjadi manusia bermartabat dan membangun peradaban.

Belajar merupakan upaya untuk memahami sesuatu yang pada akhirnya berguna bagi kehidupan, baik dirinya maupun orang lain. Pentingnya belajar juga disampaikan Rasulullah saw. dalam hadis berikut ini:

“Menuntut ilmu itu (belajar) wajib bagi muslim dan muslimah.” (HR. Muslim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button