RSI AR-RASYID

Reses Anggota DPRD Provinsi Sumsel Kunjungan ke RSI AR Rasyid

ASSAJiDIN.COM —Reses Tahap I Tahun 2024 Anggota DPRD Provinsi Sumsel dapil Sumsel II (Ilir Timur 1, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Alang Alang Lebar, Sukarame, Kemuning, Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang) Tahun 2024 dilaksanakan tanggal 30 Januari sampai 3 Februari 2024.

Reses hari ketiga diawali dengan menyerap aspirasi disekitar lingkungan RSI AR Rasyid Palembang. Kemudian ke UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Palembang, SMA Swarkarya Palembang, SMK Utama Bakti, dan SMK Negeri Sumsel.

 

Hadir dalam reses Muhammad Yansuri SIP (Partai Golkar), Ir H Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), H M Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS), Dr H Budiarto Marsul SE MSi (Partai Gerindra), Tamtama Tanjung (Partai Demokrat), Antoni Yuzar SH,MH (Partai Kebangkitan Bangsa) dan H Nopianto S.Sos MM (Partai Nasdem).

Koordinator reses Dr H Budiarto Marsul SE MSi mengatakan, RSI Ar Rasyid ini sudah bagus. RSI AR Rasyid itu sebuah yayasan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kota Palembang.

“Kita lihat RSI AR Rasyid sudah berkembang, dokternya banyak, bedanya juga sudah banyak. Tapi mereka tetap mengharapkan untuk peningkatan pelayanan pemerintah memberikan bantuan,” ujarnya.

“Saya pikir wajar pemerintah memberikan bantuan. Karena RSI AR Rasyid ini sudah memberikan kontribusi yang cukup besar, karena sudah menyerap tenaga kerja dan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Palembang. Jadi harus dibantu untuk pengembangannya,” tambah Budiarto.

 

Direktur RS Islam AR Rasyid Kol CKM (P) dr Toni Siguntang, Sp. THT-KL., MARS mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan reses Anggota DPRD Sumsel ke RSI Ar Rasyid.

Lihat Juga :  PJ Walikota Palembang Gerakkan Menanam Cabe di 107 Kelurahan

 

“Mereka menerima aspirasi dan masukkan apa yang kita butuhkan. Apalagi, Rumah Sakit Islam Ar Rasyid ini swasta jadi dana kita terbatas. Kita butuh bantuan dari pemerintah melalui reses DPRD Sumsel yang telah mendengarkan aspirasi kita,” katanya.

“Pada reses DPRD Sumsel ini, kita akan mengajukan bantuan untuk alat kesehatan. Selain itu, kita butuh bantuan bangunan fisik. Kalau memungkinkan kita minta bantuan untuk penambahan gedung untuk peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.

“RSI Kita memiliki 144 tempat tidur pasien. Sudah memiliki laboratorium lengkap bahkan lebih untuk laboratorium standar RS tipe C . Harapan Kita ada hubungan antara RS dengan DPRD, Sehingga keinginan kita bisa diwujudkan dalam rangka mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Saat reses di UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Palembang, Budiarto Marsul mengatakan, sekarang ini uji KIR ini sudah digratiskan. Jadi biayanya digratiskan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Oleh karena itu kita mengharapkan pertama kepada pegawai disini supaya memberikan pelayanan terbaik. Kemudian masyarakat juga supaya dihimbau karena ini sudah digratiskan, supaya mematuhi aturan ini, jadi masyarakat itu aktif untuk membawa kendaraannya ini untuk di uji KIR,” katanya.

 

“Tadi Kepala UPTD KIR, mereka mengusulkan lapangan parkir ini kita lihat kondisinya kurang bagus. Jadi mereka mengusulkan supaya ini diperbaiki. Tadi kita sudah sampaikan yang penting usulannya itu ada bisa kita sampaikan ke Walikota maupun Pemerintah Provinsi itu bisa semua, baik provinsi ataupun kota. Ini perlu dibantu perbaikan lapangan halaman ini untuk kenyamanan masyarakat,” tandasnya.

Lihat Juga :  Astaghfirullah...di Lubuk Linggau Sumatera Selatan, 159 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah Usia Dini, karena "MBA", Separah itukah?

Sementara itu, PLT UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Palembang, Edi Sopyan mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Sumsel yang sudah hadir dalam rangka reses kesini

“Tadi sudah kami jelaskan kalau di Undang-Undang nomor 1 Tahun 2022 dan PP nomor 35 tahun 2023 bahwa uji KIR itu digratiskan. Dengan ada gratis ini kami berharap kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan. Karena gratis bukan berarti tidak melakukan uji KIR, tetap diuji setiap enam bulan sekali cuman retribusinya yang tidak bayar. Namun masyarakat tetap melakukan pengujian,” bebernya.

“Dengan adanya uji KIR gratis ini diharapkan terhadap masyarakat kendaraannya harus bagus sesuai dengan tujuan pengujian yakni harus layak jalan. Jadi semuanya harus bagus baik kondisi lampu-lampu, rem, band dan uji emisi gas buang, dan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, tadi pihaknya juga meminta bantuan kepada Anggota DPRD Sumsel untuk renovasi halaman parkir.

“Ini sudah wajar untuk diperbaiki dan direnovasi. Tahun kemarin sudah kami ajukan, tapi belum ada realisasi. Dengan adanya kedatangan DPRD provinsi agar cepat direalisasikan,” pungkasnya. (Yanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button