DUNIA ISLAM

Al-Kindi, Penggerak dan Bapak Filsafat Arab 

ASSAJIDIN.COM — Al-Kindi adalah filsuf pertama dari kalangan Islam sekaligus tokoh penggerak filsafat Arab, hingga sering disebut sebagai Bapak Filsafat Arab.

Al-Kindi juga diakui sebagai salah satu filsuf Arab paling berpengaruh karena banyaknya karya-karya yang dilahirkan.

Selain menulis bidang filsafat, Al-Kindi juga ahli dalam bidang metafisika, etika, logika dan psikologi, hingga ilmu pengobatan, farmakologi, matematika, astrologi, dialektika, psikologi, politik dan meteorology.

Al Kindi berasal dari Kufah yang lahir pada tahun 185 H atau 801 M. Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya`qub ibn Ishaq ibn Shabbah ibn Imran ibn Isma`il ibn Muhammad ibn al-Asy’ath ibn Qais al-Kindi.

Lihat Juga :  Tempat Wisata di Arab Saudi (16) : Jabal Tsur, Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah 

Al Kindi berasal dari suku Kindah atau suku Arab yang besar sebelum Islam.

Orang tuanya diklaim terhormat dan termasuk kategori kaya saat itu. Seorang pejabat di pemerintahan Harun al-Rashid.

Ketika masih kecil, Al-Kindi hidup bersama orang tuanya. Kemudian, ketika dewasa ia sempat pergi ke suatu tempat di Baghdad. Tiba di wilayah tersebut pada 813 sampai 842 Masehi.

Karya

Semasa hidupnya, Al-Kindi sudah mengarang beberapa buku. Di antaranya:

– Kitab Al-Kindi ila Al-Mu’tashim billah Fi Al-Falsafah Al-Ula

– Kitab fi An-Nahu La Tanalu A-Falsafah Illa Bi’ilm Al-Riyadhiyyah

Lihat Juga :  Mengenal Abdullah bin Mas'ud, Orang Pertama yang Membacakan Alquran dengan Terang-terangan

– Kitab Al-Falsafah Ad-Dakhilat wa Al-Masa’il Al-Manthiqiyyah wa Al-Muqtashah wa Ma Fawqa Al-thabi’iyyah

Total buku yang ditulis Al-Kindi sebanyak 241 buku. Namun, ada juga yang menyebut karyanya berjumlah 270, termasuk tulisan-tulisan ilmiah singkat.

Kaligrafi

Dalam kehidupannya, filsuf ini juga menguasai berbagai macam bahasa, salah duanya Yunani dan Suryani. Oleh sebab itu, dirinya dijadikan penerjemah pada masa Khalifah Al-Ma’Mun.

Bukan hanya penerjemah dan ahli dalam pemikiran, kesenian kaligrafi juga jadi salah satu pekerjaannya.

Setelah hidup sekitar 70 tahun, Al-Kindi menghembuskan nafas terakhirnya pada 873 Masehi. (Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button