NASIONAL

Banjir di Kawasan Panca Usaha dan Sultan M Mansyur Kota Palembang, ini Sebabnya

 

AsSAJIDIN.COM — Hujan deras pada Kamis (25/1/2024) dini hari menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kota Palembang, seperti kawasan Panca Usaha dan Sultan M Mansyur.

Berdasarkan pantauan, beberapa wilayah yang terkena banjir dan belum surut salah satunya di kawasan Panca Usaha Kecamatan Seberang Ulu 1, dan kawasan Sultan M Mansyur Kecamatan Ilir Barat 2.

Di tengah rumah kebanjiran, para warga masih tetap berusaha beraktivitas seperti biasa. Meski air masih masuk ke dalam rumah hingga setinggi lutut.

Salah satunya Warga 5 Ulu Jalan Panca Usaha, Junianto mengatakan, bahwa saat ini kondisi air memang sedang naik-naiknya.

“Ketinggian selutut, air dari rumah kita yang panggung sekitar 1/2 meter lagi. Tapi kita tetap tinggal di rumah, karena air tidak masuk rumah,” katanya.

Dikatakannya, jika kondisi ini memang
Setiap taun begini, apalagi lokasi memang dekat anak sungai (Dam) kawasan RSUD Baru dan juga dataran rendah.

Lihat Juga :  Upacara HUT ke-75 RI Tanpa Amanat dan Pembacaan Teks Pancasila

“Saya sudah tinggal di sini 12 tahun. Kalau lagi kondisi banjir untuk aktivitas keluar harus melewati genangan air, kalau rumahnya panggung air tidak sampai masuk rumah,” katanya.

Seperti di Kawasan Sultan M Mansyur, banjir di terjadi diantaranya di perumahan Jalan Satar, Lorong Soaklada, Gang Wakaf.

Banjir menggenangi rumah-rumah warga di RT 39, RT 17, RT 25, RT 21, RT 16, juga RT 40. Taufik, warga Jalan Sultan M Mansyur mengatakan, banjir ini lantaran aliran Sungai Soak Lado dicor untuk jalan oleh masyarakat.

“Cukup banyak rumah yang terdampak banjir, sampai masuk ke dalam rumah dan belum surut, ada lebih dari empat RT yang kena banjir,” katanya.

Lihat Juga :  Kata Ukhti dan Julid Kini Resmi Kata Baru Bahasa Indonesia

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Irigasi dan Limbah, Marlina Sylvia mengatakan, kawasan 5 Ulu Panca Usaha merupakan rumah air. Dimana saat air sungai pasang, kawasan ini terdampak luapan air.

“Kami sudah sering mengimbau dilarang menimbun aliran air sungai, anak sungai, ataupun drainase,” katanya.

Marlina mengatakan, sudah banyak kasus penimbunan/ pembangunan di atas anak sungai. Seperti anak Sungai Soaklado di Jalan Sultan M Mansyur.

“Anak sungai ini sejak 2013 (berdasarkan laporan warga) dicor untuk dijadikan jalan oleh masyarakat itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, solusinya adalah dibongkar karena itu adalah aliran sungai. Pihaknya meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga sekitar untuk pembongkaran.

“Kalau warga menolak resikonya kawasan ini tetap akan kebanjiran,” katanya. (pitria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button