SYARIAH

One Day One Hadist: Malu Sebagian dari Iman

AsSAJIDIN.COM – One Day One Hadits kita kali ini adalah : Malu Sebagian dari Iman

“Alhaya u minal iman, Alhaya u la ya`ti illa bi khair,”

Kalimat itu merupakan kutipan dari sebuah hadist rasulullah, dalam menanamkan akhlakul karimah di dalam diri khususnya umat Islam.

Apa makna dan artinya? Berikut penjelasannya.

Alhaya’u artinya adalah malu atau rasa malu.

Minal iiman artinya sebagian dari iman.

Maka arti Al haya’u minal iiman adalah = Rasa malu itu sebagian dari iman. (muttafaq ‘alaih)

Aljunaid rahimahullah mengatakan Al haya’u adalah anugerah yang Allah berikan kepada seorang hamba sehingga ia mampu melihat nikmat Allah SWT.
Merasakan melihat nikmat Allah dan di saat bersamaan dia merasa melihat sangat banyak pengabaiannya kepada Allah Swt.

Sehingga kedua sifat ini tumbuh berkembang maka muncullah al haya’.

Lihat Juga :  Cara dan Hadits tentang Mendidik Anak Menurut Islam

Rasa malu itu sebuah sifat, sebuah karakter yang muncul bukan hanya sebuah perkataan.

Alhaya’u seakar kata dengan alhayatu, sehingga beberapa ulama mengatakan,

“ketika seorang mempunyai hati yang hidup maka disitulah ia memiliki kekuatan rasa malu, menampakkan bahwa dirinya memiliki rasa malu. Sementara sedikitnya rasa malu menunjukkan matinya hati dan matinya hidup. Dan setiap kali hati seorang itu hidup, maka bersama itu pula rasa malunya semakin menguat.”

Sifat malu hendaknya kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan di rumah, di kantor, di sekolah dan di lingkungan masyarakat.

Contoh-contoh sifat malu yang mesti ditanamkan, antara lain malu datang terlambat, malu kalau tidak tertib, malu kalau tidak bersih, malu kalau tidak mengerjakan tugas, malu kalau mencuri, dan lain-lain.

Lihat Juga :  Inilah Doa Mohon Pertolongan dari Allah

Dalam urusan ibadah, rasa malu mesti ditanamkan terutama malu kepada Allah dan rasulullah.

Malu tidak sholat, malu tidak puasa, malu tidak sedekah, malu tidak berbuat baik, dan sebagainya.

Hadits-hadits tentang rasa malu banyak sekali:

Al haya’u minal iiman, rasa malu itu sebagian dari iman. (muttafaq ‘alaih)

Al haya’u khoirun kulluh, rasa malu itu semuanya kebaikan

Al haya’u la ya’ti illa bil khoir, selalu mendatangkan kebaikan.

Semakin seorang itu hatinya hidup maka semakin ia memiliki rasa malu (ibnu qayyim)

Di antara sifat yang Allah Swt sukai adalah rasa malu

Sesungguhnya dalam dirimu ada dua tabiat yang keduanya Allah cintai yaitu ketenangan dan rasa malu.

Idza lam tas tahyi fasna’ maa syi’ta, apabila engkau tidak memiliki rasa malu maka berbuatlah sesukamu. (H.R Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button