NASIONAL

Bank Sampah Induk – Dinas Kesehatan Palembang Gandeng Tangan dalam Program Pemusnahan Berkas Tanpa Dibakar

ASSAJIDIN.COM — Bank Sampah Indonesia Palembang (BSI Palembang) menggandeng Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam program pemusnahan berkas tanpa dibakar.

Program ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembakaran berkas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fenty Aprina M.Kes., mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Ia berharap bahwa program ini dapat diikuti oleh seluruh instansi pemerintah dan swasta di Kota Palembang.

“Pembakaran berkas merupakan salah satu sumber pencemaran udara. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi pembakaran berkas dengan cara-cara lain, seperti dengan cara digiling atau dihancurkan,” kata Fenty.

Lihat Juga :  Di Zaman Nabi Musa, Kisah Lelaki Meninggal Terasing tapi Mendapat Rahmat

Program ini dalam rangka menumpuknya berkas-berkas yang sudah tidak terpakai lagi dan sudah kita ajuin ke BPKAD dan di rekomendasikan buat di musnahkan.

Ketua BSI Palembang, Hanardono mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung program ini.
Ia mengatakan bahwa BSI Palembang memiliki mesin penghancur berkas yang dapat digunakan untuk memusnahkan berkas tanpa dibakar.

“Kami siap untuk membantu instansi pemerintah dan swasta dalam memusnahkan berkas tanpa dibakar. Kami memiliki mesin penghancur berkas yang dapat memusnahkan berkas dengan cepat dan efisien,” kata Dono, kamis (11/1/23).

Lihat Juga :  Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Terbang ke Belanda, Gelar Riset Kolaborasi Internasional

Pemusnahan berkas tanpa dibakar dilakukan dengan cara menggiling atau menghancurkan berkas menjadi serpihan-serpihan kecil.

Serpihan-serpihan berkas tersebut kemudian dapat dimanfaatkan kembali, misalnya untuk bahan pembuatan kertas daur ulang.

Tambahan lagi, untuk program 1 ton kertas maka kita berkontribusi dalam penyelamatan 17 batang pohon, menghemat 682,5 galon bahan bakar / 380 Barel minyak bumi dan 7000 galon air dan 4000 kwh Listrik, 3 M2 lahan TPA, tambah Dono disela-sela penjelasannya.

Program ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.(tri jimartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button