KELUARGA

Ayat-ayat Alquran tentang Berbakti kepada Orangtua

ASSJIDIN.COM — Berbuat Baik kepada Orang Tua Termasuk Perintah Utama dari Allah SWT.

Perintah berbuat baik kepada ibu dan bapak ada pada sedikitnya lima ayat Alquran yaitu

Surah Al An‘am Ayat 151, An Nisa’ ayat 36, Al Baqarah ayat 83, Al Isra’ ayat 23, dan Luqman ayat 14.

Berikut bacaan suratnya lengkap dengan arti dalam Bahasa Indonesia dan sedikit penjelasannya.

1. Surat Al Isra ayat 23
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (QS Al Isra’ ayat 23).

 

2. Surat Al An’am ayat 151

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

۞ قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ ۚوَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَۚ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apapun, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti (QS Al An‘am Ayat 151).

Lihat Juga :  Ir.  Hj. Sumarni, Msi, Istri Bupati Muara Enim Ir.H. Ahmad Yani ,MM Mendampingi Suami Menjaga Amanah

3. Surat An Nisa Ayat 36

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri (QS An-Nisa’ Ayat 36).

4. Surat Al Baqarah ayat 83

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah sholat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang (QS Al Baqarah ayat 83).

Lihat Juga :  Selamatkan Bayi yang Dibuang Ibunya di Palembang, Pasutri Berprofesi Polisi Terima Pin Emas dari Kapolda Sumsel

5. Surat Luqman ayat 14

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.598) (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali (QS Luqman ayat 14).

Kalau kita perhatikan, Allah menyandingkan kalimat ketauhidan dengan berbuat baik kepada orangtua.

Sembahlah Allah, Jangan sekutukan Allah, Jangan menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orangtuamu.

 

Khusus pada surah Luqman ayat 13 memerintahkan untuk tidak mempersekutukan Allah SWT. Kemudian pada ayat ke-14, memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua.

Perintah ini secara tidak lagsung mengisyaratkan kita bahwa hubungan baik dengan Allah sangat tergantung dengan hubungan baik/perlakuan baik kita kepada kedua orangtua kita.

Sangat cocok dengan hadits nabi berikut ini.

Rasulullah SAW bersabda:

رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِي سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ

Artinya: “Ridha Allah ada pada Ridha kedua orang tua, dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Hadist tersebut memiliki makna tentang ridho Allah SWT yang bergantung pada ridho orang tua. Artinya, jika tidak mendapat ridho dari orang tua, maka niscaya Allah SWT juga tidak akan memberikan ridho-Nya. (*/SUMBER TRIBUN SUMSEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button