MOZAIK ISLAM

One Day One Ayat : Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi

ASSAJIDIN.COM –Surat Al Baqarah merupakan surat kedua dan merupakan surat yang memiliki ayat paling banyak dibandingkan surat-surat lainnya dalam Al Quran.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Al-Baqarah memiliki arti sapi betina.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 30-32, Allah SWT akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Namun, malaikat mempertanyakan kenapa Allah menjadikan manusia sebagai khalifah.

 

Tafsir surat al Baqarah ayat 30,

dikutip dari buku “Pendidikan Agama Islam” oleh Bachrul Ilmy,
Allah SWT menerangkan kepada malaikat akan menciptakan manusia untuk mengelola bumi. Sehingga terjadi dialog antara Allah SWT dan malaikat berkaitan dengan penciptaan manusia.

Dalam dialog tersebut, malaikat seolah meragukan kemampuan manusia karena sifatnya yang selalu merusak dan menumpahkan darah. Namun, manusia memiliki keunggulan dari makhluk lain.

Dengan begitu, Al Baqarah ayat 30 menjelaskan bahwa setiap manusia adalah khalifah yang memimpin bumi sehingga akan ditanya pertanggung jawabannya nanti.

Khalifah adalah pemimpin, pengganti atau wakil. Dalam hal ini, pengganti atau wakil Allah di muka bumi. Kemudian,

 

Tujuan dari khalifah adalah untuk memelihara agama Islam dan mengatur terselenggaranya urusan umat manusia agar tercapai kesejahteraan dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Allah SWT

Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 30 Sampai 32 &

Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 30 Sampai 32 & Terjemahan
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa’ilun fii l-ardhi khaliifatan qaaluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku ddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a’lamu maa laa ta’lamuun

Artinya : “Ingatlah dikala Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak mengakibatkan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kau ketahui”. (QS. Al-Baqarah : 30)

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

wa’allama aadama l-asmaa-a kullahaa tsumma ‘aradhahum ‘alaa lmalaa-ikati faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in kuntum shaadiqiin

Lihat Juga :  Dua Tahun Vakum, Safari Ramadhan Kembali Digelar, Pererat Silayturrahim

Artinya : “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat kemudian berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu kalau kau mamang benar orang-orang yang benar!” (QS. Al-Baqarah : 31)

قَالُوا۟ سُبْحَٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

qaaluu subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka anta l’aliimu lhakiim

Artinya : “Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; bekerjsama Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Baqarah : 32)

[ Kunjungi Rekomendasi : Penerbit Alquran ]

Isi Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 30-32
Isi Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 30

Dalam quran surah Al-Baqarah ayat 30 ini, Allah SWT menyampaikan berita kepada para malaikat sebelum menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam as. Diilustrasikan dalam ayat tersebut, terjadi obrolan antara Allah SWT dengan malaikat.

Allah SWT memberitakan kepada para malaikat, hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Terdapat ulama yang mengartikan bahwa khalifah ialah yang menggantikan Allah SWT dalam menegakkan hukum-hukum Nya di muka bumi.

Allah SWT menunjuk manusia sebagai khalifah merupakan penghormatan kepadanya, dengan alasan yaitu memiliki kelebihan dibandingkan makhluk selain manusia, tidak terkecuali malaikat.

Dengan menunjuk manusia sebagai khalifah, Allah SWT juga bermaksud mengujinya sejauh mana ia sanggup melakukan amanah sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi. || ” artikel isi kandungan Surat Al-Baqarah ayat 30-32 ”

Ketika Allah SWT memberikan rencana tersebut, malaikat menyampaikan:

قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ

”Mengapa Engkau hendak mengakibatkan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Bila dikaji dengan baik, pernyataan malaikat tersebut bukan menandakan keberatan atas rencana Allah SWT tersebut. Perlu diingat, bahwa malaikat merupakan makhluk yang sangat taat dan patuh terhadap Allah SWT.

Mustahil malaikat menentang dan mendurhakai Nya, termasuk terhadap rencana mengakibatkan khalifah di muka bumi ini. Akan tetapi, pertanyaan malaikat tersebut sanggup diasumsikan dalam beberapa hal, diantaranya:

Pertama, menurut pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, dimana ada makhluk yang berlaku merusak dan menumpahkan darah.

Lihat Juga :  Doa Hari Ke-18 Bulan Ramadhan, Ssdarkan Aku Ya Allah dan Terangi Hatiku...

Kedua, malaikat menerka bahwa yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, maka tentunya makhluk ini berbeda dengan mereka yang senantiasa bertasbih dan memuji Allah SWT.

Ketiga, kata khalifah ini mengisyaratkan pelerai, perselisihan dan penegak hukum. Sehingga dengan demikian, niscaya ada diantara mereka yang berbuat kerusakan, perselisihan dan pertumpahan darah. Wallahu a’lam.

 

Kemudian dalam ayat tersebut, diketahui bahwa pertanyaan malaikat itu dijawab singkat oleh Allah SWT :

إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

”Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa yang kau tidak ketahui”.

Jawaban tersebut juga diperkuat bahwa manusia memang layak ditugasi sebagai khalifah di muka bumi. Alasannya yaitu, kelebihan manusia kalau dibandingkan makhluk lain termasuk malaikat.

Kelebihan yang sangat aktual, yaitu kelengkapan unsur penciptaan manusia, yaitu jasad fisik, ruh termasuk di dalamnya nafsu dan yang terpenting kelebihan nalar pikiran yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia.

Isi Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 31
Dalam ayat 31, Allah SWT menunjukkan suatu keistimewaan yang telah dikaruniakan kepada Nabi Adam as, yaitu ilmu pengetahuan dan kekuatan akal atau daya pikir yang memungkinkannya untuk mempelajari sesuatu dengan sedalam-dalamnya.

Kemudian karunia tersebut diturunkan juga kepada keturunannya, yaitu umat manusia. Oleh karena itu, manusia (ialah Nabi Adam dan keturunannya) lebih patut daripada malaikat untuk dijadikan khalifah.

Isi Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 32
Para malaikat secara tulus menjawab dengan mensucikan Allah SWT :

“Tidak ada pengetahuan bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui (lagi) Maha Bijaksana.”

Maksud malaikat, Allah SWT tidak ajarkan itu kepada para malaikat bukan karena tidak tahu, tetapi karena ada hikmah dibalik itu. Berdasarkan hal tersebut, malaikat yang bukan hanya mengaku tidak mengetahui jawaban pertanyaan tetapi sekaligus mengakui kelemahan mereka dan kesucian Allah SWT.

Dari pengakuan para malaikat ini, dapatlah dipahami bahwa pertanyaan yang mereka ajukan (pada Al-baqarah ayat 30) semula mengapa Allah mengangkat Nabi Adam as menjadi khalifah, bukanlah merupakan suatu sanggahan dari mereka terhadap kehendak Allah SWT.

Melainkan hanyalah sekedar pertanyaan untuk diberikan penjelasan. Setelah penjelasan itu diberikan, dan setelah mereka mengakui kelemahan mereka. Maka dengan rendah hati dan ketaatan mereka mematuhi kehendak Allah, terutama dalam pengangkatan Nabi Adam sebagai khalifah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button