NASIONAL

Keluarga Korban Sunatan Masal Minta Tanggungjawab, PeDinkes Lahat : Kami Akan Lakukan Pendekatan Kekeluargaan

ASSAJIDIN.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat akhirnya buka suara terkait terpotongnya alat kelamin seorang anak yang berinisial AFK (8) saat ikut sunatan massal digelar di Desa Masam Bulau, Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Kabupaten Lahat, H Ubaidillah SKM MM mengatakan pihak ya membenarkan adanya sunatan masal di tempat tersebut.

“Kita memang melaksanakan kegiatan itu pada tanggal 17 Oktober 2023 kemarin di desa Masam Bulau, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sakti, Lahat, dalam giat itu ada banyak anak yang ikut dalam data kita, ” jelasnya saat dikonfirmasi oleh wartawan via sambungan telpon, Jumat (01/12/2023).

Ubaidillah juga menjelaskan terdapat 10 petugas kesehatan yang nangani acara sunatan tersebut.

“Kita sudah minta SK dari kepala Puskesmas untuk nama-nama petugas yang menangani acara sunatan tersebut, Ada 10 petugas, dibagi 5 meja, 1 meja itu terdiri dari pelaksana dan asisten, yang ini adalah bidan dan mantri,” paparnya.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, Kabar Gembira untuk ASN Pemkot Palembang

Untuk meja yang menangani korban ini atas nama Bapak HM sebagai perawat dan Bidan YN sebagai pelaksana penyunat pada peserta.

“Korban dan Ibu korban itu melapor ke Puskesmas pada tanggal 18 Oktobernya lalu dilihat ada yang terpotong, lalu kami sarankan dirujuk ke rumah sakit hari itu juga, namun ini sudah 24 jam ya, Tapi di rumah sakit kita yang urus, ” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Pada tanggal 20 Oktobernya korban ini sudah dirawat di rumah sakit, pihak Puskesmas juga sudah datang ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat untuk upaya pertanggungjawaban.

“Untuk dua orang ini sudah datang ke kantor, juga melakukan upaya juga kepada pihak keluarga, menyelesaikan secara kekeluargaan setelah pulang dari rumah sakit, tapi di rumah sakit kita besuk juga,” jelasnya.

Lihat Juga :  Menag: Alhamdulillah tidak Ada Perbedaan, Hasil Sidang Isbat, Lebaran Kamis 13 Mei 2021

Saat dipertanyakan tuntutan dari pihak keluarga kepada pihak Dinas terkait pihak Dinkes akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

“Untuk saat ini ke pihak kita saya kurang tau juga, tapi kalau ke pihak Puskesmas pasti mungkin ada tuntutan, pihak Puskesmas sudah lakukan pendekatan secara kekeluargaan,” katanya.

Ubaidillah juga menerangkan perihal sanksi kepada dua petugas yang menyebabkan kejadian yang menimpa anak kecil berumur 8 tahun ini.

“Orangnya sudah kita panggil menghadap ke Kepala Dinas bersama kepala Puskesmas dan mediasi bagaimana pertanggungjawaban, ini sudah diarahkan oleh Kepala Dinas, kemarin juga sudah datang kerumahnya korban untuk mediasi itu tapi tampaknya pihak keluarga menolak,” tandasnya. (Yola)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button