NASIONAL

Terus Kembangkan Angkutan Batubara Sumsel, PT KAI dan PTBA Tambah Fasilitas Pendukung

Caption foto

ASSAJIDIN.COM –Batubara PTBA yang diangkut menggunakan kereta api relasi Tanjung Enim Baru – Kertapati dan Tanjung Enim Baru – Tarahan merupakan Angkutan logistik yang dioperasionalkan untuk mendukung pasokan energi nasional, dalam hal ini listrik di Jawa dan Sumatera melalui PLTU Suralaya.

Selain itu untuk mendukung meningkatnya permintaan kebutuhan listrik di Jawa Sumatera dan adanya MOU antara PTKAI- PTBA dan PT PLN sebagai rangkaian dalam mendukung pasokan energi nasional, menyebabkan intensitas angkutan batubara di wilayah Sumsel ikut meningkat. Penugasan ini tentunya menjadi perhatian jajaran manajemen PTKAI dan PTBA.

Manager Humas PTKAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan Manajemen PTKAI menyiapkan kebutuhan SDM serta sarana dan prasarana pendukung serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya agar perjalanan kereta api batubara lancar dan terkendali.

Lihat Juga :  Angka Kemiskinan Naik Akumulasi Dampak Pandemi, Pemkab/Pemkot Harus Lebih Aktif

Dari pihak PTBA sendiri selain menambah TLS (Train Load Station), perbaikan prasarana pendukung lainnya, juga membangun jalan akses di lahan PTBA, selain menghubungkan area barat dan area timur IUP PTBA, juga untuk mendukung safety. Jalan akses yang dibangun tersebut sudah selesai di awal tahun ini termasuk proses perizinannya, pembangunan jalan akses yang melintasi rel kereta api ini sudah sesuai prosedur ketentuan yang ada, pihak PTBA sudah melakukan tahapan pembangunan termasuk berkoordinasi dengan PTKAI maupun instansi terkait lainnya.

Hal ini menegaskan kembali bahwa pembangunan jalan akses tersebut sudah sesuai ketentuan sekaligus sebagai klarifikasi untuk pernyataan yang ada sebelumnya, lanjut Aida.

Lihat Juga :  Sambut Ramadhan, Mukena untuk Shalat Tarawih yang Nyaman Dipakai dan "Ramah Kantong" Jadi Incaran

Koordinasi terus dilakukan oleh PTKAI dan PTBA serta stakeholder lainnya melalui berbagai upaya baik itu dilakukan secara offline maupun online agar penugasan amanah dari pemerintah untuk angkutan batubara Sumsel ini dalam rangka mendukung pasokan energi nasional Sumatera, Jawa dan Bali terus berjalan lancar, tutup Aida. (Yanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button