MOZAIK ISLAM

Ayat Alquran tentang Bahaya Zina

ASSAJIDIN.COM — Zina adalah salah satu perbuatan yang dibenci Allah.

Dalam Alquran terdapat ayat yang membahas tentang Zina.

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Arab-Latin: wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā

Artinya:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

— Surat Al-Isra Ayat 32
وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Arab-Latin: wallatī aḥṣanat farjahā fa nafakhnā fīhā mir rụḥinā wa ja’alnāhā wabnahā āyatal lil-‘ālamīn

Artinya:

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

— Surat Al-Anbiya Ayat 91

Terdapat berbagai penjabaran dari beragam mufassir terhadap makna ayat tentang zina, antara lain seperti berikut:

Dan ingatlah (wahai Rasul) kisah Maryam putri Imran yang menjaga kehormatannya dari perbuatan haram, dan dia tidak melakukan perbuatan keji sepanjang hidupnya. Kemudian Allah mengutus Jibril kepadanya. Lalu dia meniup kerah baju Maryam. Tiupan itu sampai ke dalam rahimnya. Kemudian Allah menciptakan al-Masih Isa Bin Maryam melalui tiupan tersebut. Akhirnya, Maryam mengandungnya tanpa ada suami. Maka dengan keadaan demikian, dia dan putranya menjadi pertanda kuasa Allah dan pelajaran bagi semua makhluk hingga terjadinya Hari Kiamat. (Tafsir al-Muyassar)

Lihat Juga :  Sudah Cukupkah Seorang Muslim Meninggalkan Maksiat Tanpa Melakukan Kebaikan?

Dan ingatlah -wahai Rasul- tentang kisah Maryam -‘alaihassalām- yang menjaga kehormatan dirinya dari perbuatan zina, lalu Allah mengutus padanya Jibril -‘alaihissalām-. Lalu Jibril meniupkan ruh ke dalam tubuhnya hingga iapun mengandung Isa -‘alaihissalām-. Dia dan anaknya Isa termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah bagi manusia, dan bahwasanya tidak ada sesuatu pun yang tidak sanggup dilakukan-Nya, di mana Dia menciptakan manusia tanpa ayah. (Tafsir al-Mukhtashar)

Ingatlah juga wahai Nabi, tentang kisah Maryam binti Imran menjaga farjinya dari yang halal dan haram, serta masih suci. Lalu Kami letakkan salah satu rahasia Kami di dalam perutnya untuk menciptakan Isa dan menghidupkannya. Dan Kami jadikan dia dan puteranya sebagai tanda bagi alam manusia, jin dan malaikat yang mana dia melahirkan Isa tanpa melalui anak dan sebagai petunjuk bagi mereka atas kekuasaan Kami. (Tafsir al-Wajiz)

وَالَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا

(Dan Maryam yang telah memelihara kehormatannya) Yakni ingatlah kisah Maryam; dia telah menjaga kehormatannya dan tidak pernah disentuh seorang laki-laki pun. فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا(lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami) Yakni ruh nabi Isa. وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعٰلَمِينَ(dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam) Tanda kekuasaan Allah dari keduanya, sebab Maryam melahirkannya tanpa ayah serta mukjizat-mukjizat yang ditunjukkan Allah lewat tangan Nabi Isa. (Zubdatut Tafsir)

Lihat Juga :  Pertama Kali Mencoblos Sebagai PJ Walikota Palembang, Ratu Dewa Ajak Istri dan Tiga Anaknya

وَٱلْخَٰمِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

Arab-Latin: wal-khāmisatu anna la’natallāhi ‘alaihi ing kāna minal-kāżibīn

Artinya: Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

— Surat An-Nur Ayat 7
Dan suami-suami yang melontarkan tuduhan zina kepada istri-istri mereka, akan tetapi mereka tidak memiliki saksi-saksi yang mendukung tuduhan mereka, kecuali mereka sendiri, maka suami harus bersaksi di hadapan hakim sebanyak empat kali dengan mengatakan, ”Saya bersaksi dengan Nama Allah bahwa sesungguhnya saya benar dalam tuduhan zina yang saya alamatkan kepadanya.”

Dan pada persaksian kelima, dia menambahkan doa buruk pada dirinya untuk mendapatkan laknat Allah, jika dia dusta dalam ucapannya itu. (Tafsir al-Muyassar)

Kemudian dalam sumpahnya yang kelima dia menambahkan lafal doa laknat untuk dirinya jika dia menuduh istrinya tersebut secara dusta. (Tafsir al-Mukhtashar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button