KALAMMUSLIMAHSYARIAH

Detik-Detik Rasulullah SAW Wafat, Inilah Sekelumit Kisahnya …

ASSAJIDIN.COM — Sakaratul maut akan dihadapi setiap orang dengan kepedihan yang berbeda …

Imam Ghazali berkata, “Sakaratul maut itu ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan dalam perut seseorang. Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa.”

Imam Ghazali juga mengatakan rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagi orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki.

Wahai saudaraku …

Berikut ini kita sajikan sekelumit kisah paling mengharukan yang membuat siapapun orangnya akan mencucurkan air mata.

Kisah saat Rasulullah SAW wafat ..

Kita semua tahu beliau wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.

Abu Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi melalui Sirah Nabawiyah menjelaskan sang rasul mulai jatuh sakit pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah.

Dikatakan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW jatuh sakit setelah mengunjungi pemakaman para sahabat di Baqi’ al Gharqadd. Setelah itu, beliau menemui Aisyah di rumah.

Nabi Muhammad SAW kemudian memanggil istri-istrinya dan meminta izin tinggal di rumah Aisyah selama sakit.

Di rumah Aisyah inilah Rasulullah SAW wafat.

“Maut datang kepada Rasulullah ketika kepala Beliau berada di pangkuanku,” kata Aisyah.

Sebelum wafat, Rasulullah SAW sempat pingsan sebentar, lalu tersadar.

Saat sadar pandangan Nabi Muhammad mengarah ke atap rumah dan berkata, “Allahumma Ar-Rafiqal A’la (Ya Allah Dzat yang Maha Tinggi).” 

Setelah mengucapkan kalimat itu, Rasulullah wafat.

Wahai saudaraku yang seiman, sebangsa dan se Tanah Air …

Lihat Juga :  Bertawassul dengan Sedekah agar Terhindar dari Penyakit

Kisah pun berlanjut …

Mengutip dari buku Kisah-kisah Islami Inspiratif for Kids oleh A. Septiyani, kisah tersebut diketahui saat ada yang bertamu ke kediaman Rasulullah SAW namun Fatimah, putri nabi, tidak mengetahui siapa dia.

“Aku mohon maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu masuk karena ayahku sedang demam,” kata Fatimah seraya menutup pintu.

Fatimah segera mendekati ayahnya, dan Rasulullah SAW bertanya, “Wahai anakku, siapa tamu itu?”

Aku tidak tahu, Ayah. Tapi sepertinya ini pertama kalinya aku bertemu dengannya.” Jawab Fatimah.

Rasulullah SAW menatap putri tercintanya dengan tatapan yang menggetarkan.

Beliau berkata, “Wahai anakku, ketahuilah bahwa orang yang kamu lihat adalah yang mengakhiri kenikmatan sesaat. 

Dia yang memisahkan pertemuan di dunia. Dia adalah Malaikat Maut.”

Mendengar penuturan Rasulullah SAW itu, Fatimah tidak bisa menahan tangisnya.

Lalu, Malaikat Maut mendekati Rasulullah SAW …

Karena Rasulullah SAW menanyakan keberadaan Malaikat Jibril, Malaikat Maut memanggil Malaikat Jibril untuk menemani Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bertanya, “Wahai Jibril, katakan padaku apa hakku di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala?”

Malaikat Jibril menjawab, “Wahai Rasulullah, pintu-pintu langit akan terbuka dan para malaikat sudah menantikanmu di sana. 

Semua pintu surga telah terbuka lebar menantikan kedatanganmu.”

Wahai saudaraku semuanya …

Meskipun mendengar kabar gembira dari Malaikat Jibril, Rasulullah SAW masih terlihat cemas.

Melihat kecemasan sang rasul, Malaikat Jibril bertanya, “Mengapa engkau masih cemas seperti itu? Apakah engkau tidak bahagia mendengar kabar ini, ya Rasulullah?”

Rasulullah SAW kembali bertanya, “Beritahukanlah kepadaku, bagaimana nasib umatku kelak?”

Malaikat Jibril menjawab, “Jangan khawatirkan nasib umatmu, ya Rasulullah. Aku mendengar Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepadaku: ‘Aku telah mengharamkan surga bagi selain umat Muhammad, hanya umatmu yang berhak memasukinya.”

Mendengar itu, Rasulullah SAW merasa sedikit tenang. Tak terasa, saat-saat kepergian sang rasul semakin dekat.

Lihat Juga :  Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, Manfaat dan Keutamaannya Menurut Hadist

Malaikat Izrail terlihat menjalankan tugasnya. Dengan perlahan, ruh Nabi Muhammad SAW diambil. Tubuh beliau dibanjiri oleh keringat.

Urat-uratnya sang nabi tampak tegang. Sembari merasakan sakit yang tiada tara, Nabi Muhammad SAW berkata, “Wahai Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”

Melihat Rasulullah SAW kesakitan, Malaikat Jibril hanya bisa memalingkan wajahnya.

Ia tidak tega melihat beliau dalam penderitaan.

“Wahai Malaikat Jibril, apakah engkau merasa jijik melihatku sehingga kau memalingkan wajahmu?” tanya Rasulullah SAW.

Malaikat Jibril menjawab, “Siapakah yang akan tega melihat kekasih Allah menghadapi ajalnya?”

Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah SWT ..

Dikisahkan dalam Kitab Maraqi Al-‘Ubudiyyah susunan Syekh Nawawi Al-Bantani, hingga di penghujung hidupnya, Nabi Muhammad SAW tetap memikirkan nasib umatnya.

Ketika merasakan dahsyatnya sakit sakaratul maut, Rasulullah SAW masih sempat berdoa untuk keselamatan umatnya.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan (timpakan) kepada umatku,” doa Nabi Muhammad SAW.

Tubuh beliau semakin dingin. Bibirnya bergetar seolah ingin mengucapkan sesuatu.

Ali bin Abi Thalib mendekati beliau, dan Rasulullah SAW berbisik, “Jagalah salat dan peliharalah orang-orang lemah di antara kalian.”

Tangisan terdengar di sekeliling dan Fatimah menutup wajahnya dengan tangannya.

Ali bin Abi Thalib mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW, dan Beliau berbisik, “Ummatii, ummatii, ummatii… (Umatku, umatku, umatku…).”

Wallahu a’lam bishawab.

 

Sumber: Detikhikmah/Al-Irsyad.or.id)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button