KALAMKELUARGAMUSLIMAHSYARIAH

Kerinduan Siti Aisyah Setelah Rasulullah SAW Tiada ..

ASSAJIDIN.COM — Wahai saudaraku …

Rasulullah SAW sudah lama tiada.

Berpulang ke rahmatullah.

Karena ketiadaan beliau, sebagian besar dari umatnya justru merasa rindu.

Rindu bertemu.

Rindu dengan kehadirannya.

Dan rasa rindu ini ternyata pernah dirasakan oleh orang-orang terdekat Rasulullah.

Salah satu di antaranya Siti Aisyah Ra.

Alkisah, beberapa tahun setelah Nabi SAW wafat, Abdullah bin az-Zubair (Ibnu az-Zubair), keponakan Siti Aisyah, pernah bertanya kepada bibinya itu.

“Wahai Bibi, beritahu aku tentang hal paling istimewa yang engkau dapati dalam diri Nabi Muhammad?”

Saat ditanya itu, Aisyah diam, tidak langsung menjawab.

Air matanya mulai mengalir.

Dia pun menangis sesenggukan.

Begitu menyayat hati, hingga Abdullah bin az-Zubair berpikir mungkin dia bertanya pada momen yang tidak tepat. Ia pun berkata.

“Bibi, kalau engkau tidak bisa menjawab sekarang tidak apa-apa.”

Lihat Juga :  Adab Minum yang Benar Sesuai Sunnah Rasulullah

Di sela-sela tangisnya, Aisyah kemudian berkata, “Aduhai betapa rindunya hati ini dengan beliau. Aku begitu rindu dengan beliau.”

Selanjutnya ia berkata, “Wahai keponakanku, engkau bertanya kepadaku tentang hal paling istimewa yang aku dapati dalam diri beliau, aku tak tahu bagaimana menjawabnya karena seluruhnya yang ada dalam diri beliau adalah istimewa.”

Dalam kisah lain disebutkan Aisyah juga pernah ditanya seseorang mengenai akhlak suaminya, lalu ia menjawab, “Akhlak beliau adalah Alquran.”

Orang itu bertanya lagi, “Apa maksudnya?”

Aisyah menjawab, “Alquran bercerita tentang orang-orang yang sabar. Ketahuilah, beliau adalah orang paling sabar di dunia.

Ketika Alquran bercerita tentang orang-orang yang salat khusyuk, maka beliau adalah orang yang paling khusyuk salatnya.

Ketika Alquran memerintahkan tentang sedekah, ikhlas, memaafkan siapa saja yang bersalah, maka beliau adalah orang yang paling dermawan, ikhlas, dan pemaaf.

Lihat Juga :  Lupa Shalat sampai Waktunya Habis, Lalu Bagaimana?

Andai kata ada orang yang tidak membaca Alquran sekalipun, melihat beliau saja dia bisa membayangkan isi Alquran itu seperti apa.”

Semua yang dilakukan Nabi adalah istimewa karena beliau adalah ejawantah Alquran dan selalu berada dalam bimbingan Allah.

Karena itu, Allah mengatakan bahwa orang yang mengaku mencintai Nabi perlu membuktikannya dengan mengikuti beliau.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengam pun, Mahapenyayang.” (QS Ali Imran [3]: 31).

Orang yang benar-benar merindukan Nabi adalah orang yang tidak hanya mengingat atau menyebut-nyebut nama beliau, tetapi yang lebih penting juga adalah meneladani akhlak luhur dan mengikuti ajaran Rasulullah secara kaffah.

 

Sumber : Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button