ALFURQON SCHOOL

SIT Al- Furqon Terapkan Kehidupan Islami Seperti di Pondok Pesantren

ASSAJIDIN.COM- Yayasan Sekolah Islam Terpadu Al Furqon Palembang menyediakan asrama bagi siswa SMP dan SMA yang ingin tinggal di asrama. Kehidupan di Asrama Al Furqon Palembang sama seperti di Pondok Pesantren atau disebut miniatur Pondok Pesantren.

Kepala Asrama SIT Al-Furqon Palembang Ustad Alfi Muhammad mengatakan, Asrama Al Furqon Palembang pertama kali berdiri tahun 2008 atau bersamaan dengan berdirinya SMP IT Al Furqon.

“Saat awal beroperasional atau angkatan pertama asrama dihuni sekitar lebih kurang 20 siswa. Jadi itu yang pertama dari SMP semua, belum ada SMA. Sebanyak 20 orang tersebut terdiri dari ikhwan dan akhwat hampir seimbang jumlahnya. Awalnya siswa yang tinggal di asrama itu ada yang dari Kota Lubuklinggau, Pendopo tapi banyak berasal dari Palembang,” ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Sabtu (29/7/2023).

Lebih lanjut Alfi menerangkan, asrama ini menjadi tempat pulang setelah siswa belajar di sekolah.

“Jadi asrama ini menjadi rumah kedua bagi siswa. Selain itu, di asrama ini juga miniatur daripada kehidupan Islam, jadi sebuah gambaran versi mini kehidupan islami dari bangun tidur sampai tidur itu sudah terjadwal. Dan kami sampaikan kepada siswa bahwa kegiatan di sini bernilai ibadah,” ucapnya.

Lihat Juga :  Keutamaan Dzikir La Haula Wala Quwwata Illa Billah, Salah Satu Wasiat Rasulullah

Alfi menuturkan, kegiatan siswa yang tinggal di asrama dimulai bangun tidur pukul 03.30 WIB pagi siswa mandi dan memakai pakaian seragam sampai kurang lebih jam 04.00.

Kemudian jam 04.00-04.30 WIB atau dalam waktu kkurang lebih 20 menit mereka qiyamul lail atau sholat Tahajud. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.

“Setelah sholat Subuh, langsung dilanjutkan dengan pelajaran Tahfidz hingga pukul 06.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan sarapan sampai jam 07.00 WIB. Setelah itu, langsung menuju sekolah dari jam 07.00-17.00 WIB kegiatannya di sekolah,” bebernya.

Kemudian sambung Alfi, jam 17.30 dilanjutkan dengan makan sore dan ke Masjid untuk membaca Al Quran bersama-sama. Dilanjutkan dengan dzikir sore atau petang.

“Setelah itu sholat Magrib, dan dilanjutkan dengan belajar tahfidz. Jadi kita ba’da Maghrib dan ba’da Subuh untuk kegiatan Tahfidz. Setelah itu, melaksanakan sholat Isya,” bebernya.

“Setelah sholat Isya atau ba’da Isya kegiatan dilanjutkan dengan pelajaran khas asrama seperti kitab kuning. Pukul 21.00-22.00 WIB siswa belajar Bahasa Arab. Selanjutnya jam 22.00 WIB siswa istirahat. Jadi memang di asrama ini secara umum kami mengupayakan sebuah kehidupan islami pondok pesantren versi mini. Dari lingkungan yang kecil diharapkan ketika mereka berada di rumah dan ditengah-tengah masyarakat mereka terapkan,” bebernya.

Lihat Juga :  Keistimewaan Mengurus Anak Yatim Sesuai Ajaran Al Quran

Lebih lanjut, Alfi mengungkapkan, jumlah siswa yang berada di Asrama Al Furqon sebanyak 302 siswa. Rinciannya 216 siswa SMP dan 86 siswa SMA.

“Selama di asrama mereka bisa pulang sebulan sekali. Selain itu, orang tua siswa boleh berkunjung kesini tapi jangan saat jam belajar dan jangan malam hari. Diupayakan datang berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu. Jadi kita terbuka, kalau ada apa-apa bisa langsung ketemu dengan anak. Komunikasi pun lancar dengan guru-guru kamar, jadi kita menghindari bullying dan mengantisipasi hal-hal negatif,” katanya.

Lebih lanjut Alfi mengungkapkan, pada Milad ke-20 tahun SIT Al Furqon Palembang pihaknya berharap dari PG/TK, SD, SMP hingga SMA Al Furqon Palembang lembaga ini semakin maju dan semakin berkembang dalam mencerdaskan bangsa dan untuk membangun peradaban.”Semoga SIT Al Furqon terus dipercaya oleh masyarakat untuk mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi penerus bangsa yang Ahli Fikir, Ahli Dzikir dan Ahli Ikhtiar serta lingkungan dan global,” tandasnya. (Yanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button