SYARIAH

Alquran Bukan Sendagurauan, Surat Ath-Thariq, Bacaan Arab, Latin dan Terjemahannya

ASSAJIDIN.COM — Surah At-Tariq (bahasa Arab:الطّارق) adalah surah ke 86 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makiyah yang terdiri atas 17 ayat.

Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Mari kita baca surat Ath Thaariq dengan bacaan Arab, latin atau terjemahannya.

Surat At Tariq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
was-samā`i waṭ-ṭāriq
Demi langit dan yang datang pada malam hari.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
wa mā adrāka maṭ-ṭāriq
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
an-najmuṡ-ṡāqib
(yaitu) bintang yang bersinar tajam,

اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
ing kullu nafsil lammā ‘alaihā ḥāfiẓ
setiap orang pasti ada penjaganya.

Lihat Juga :  Bacaan Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah, Lengkap dengan Artinya

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
falyanẓuril-insānu mimma khuliq
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.

خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
khuliqa mim mā`in dāfiq
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,

يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā`ib
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.

اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
innahụ ‘alā raj’ihī laqādir
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
yauma tublas-sarā`ir
Pada hari ditampakkan segala rahasia

فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
fa mā lahụ ming quwwatiw wa lā nāṣir
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.

Lihat Juga :  Tren Gaya Hidup Pacar Sewaan, Begini Pandangan Islam

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
was-samā`i żātir-raj’
Demi langit yang mengandung hujan,

وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
wal-arḍi żātiṣ-ṣad’
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
innahụ laqaulun faṣl
sungguh, (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),

وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
wa mā huwa bil-hazl
dan (Al-Qur’an) itu bukanlah sendagurauan.

اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
innahum yakīdụna kaidā
Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat.

وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
wa akīdu kaidā
Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
fa mahhilil-kāfirīna am-hil-hum ruwaidā
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.(*)

 

Back to top button