MOZAIK ISLAM

Ini Cara Mengelola Amarah dan Gejolak Jiwa

Oleh: Bangun Lubis (Wartawan Assajidin.com)

ASSAJIDIN.com – Biasanya teman bilang bahwa, marah-marah itu karena ada gejolak jiwa yang bergelayut dalam dada.

Gejolak itu memang membawa kita kepada ranah yang tidak mengenakkan. Orang tersinggung atau pada jiwa kita membuat sakit. Bisa menyebabkan darah tinggi, atau gundah, tidak enak hati. Memang susah menghindari ini bila masalahnya sudah rumit.

Biasanya kalau sudah seperti itu, orang pun akan menjauh dari kita. Mereka takut menjadi sasaran amarah. Banyak pergaulan yang menyebabkan tidak langgeng akibat dari dampak munculnya gejolak jiwa yang meninggi di antara kita. Ikatan perteman yang tadinya begitu erat dan indah, seketika bisa retak dan terputus.

Ingat firman Allah ini, “Wahai sekalian manusia, telah datang kepada kalian peringatan (al-Qur’an) dari Rabb kalian, obat bagi apa yang di dalam dada, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Iman yang kuat akan dapat menghindar dari berbagai persoalan. Perlu diingat bahwa gejolak yang muncul adalah akibat ketidak mampuan untuk meredam amarah yang ada dalam hati. Tentu kondisi demikian tidaklah menguntungkan.

Lihat Juga :  Imam Masjid Mekah Wafat Usai Imami Sholat Asar

Sebab, bukan hanya jiwa saja yang sakit, tetapi bisa juga badan menjadi panas dingin, tensi darah meninggi dan paling ngeri  jantung pun akan berdegup kencang. Ini bisa berbahaya.

Mengelola Gejolak Jiwa

Bagimana sebenarnya kita mengelola gejolak jiwa. Banyak cara yang dilakukan oleh orang yang ingin hidupnya sehat dan tenang. Mereka menghindari adanya sumber gejolak. Setidaknya, bila sudah ada benuh-benih gejolak, maka mereka berupaya untuk memotongnya dengan upaya berbagai cara.

Diam itu adalah emas. Lebih baik kalian diam dari pada berbicara yang tidak memberikan manfaat,”. “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Lihat Juga :  Ini Dia Kalimat Dzikir yang Sering Diucapkan Para Nabi

Mungkin ini juga salah satu teraphi yang cukup tepat dilakukan pada kondisi ini ketika ada yang marah. Ngomong-ngomong jangan sering marah-marah karena ternyata menurut psikolog marah memerlukan energi tinggi. //“Jangan marah, bagimu surga.” //Begitu salah satu hadist dari HR. Thabrani.

Lalu ada satu Sabda Rasulullah lagi yang dikemukakan dalam satu hadis yakni “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad ). Rasulullah menyuruh kita untuk diam. Memang ini perkara sulit, namun harus dicoba untuk mengelola gejolak itu dengan cara diam agar tidak terus menerus justru nanti berkembang menjadi penyakit yang membahayakan.  Setiap hari cocok untuk kita berlatih dan menahan amarah demi hidup yang happiness (menyenangkan).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button