NASIONAL

Memaknai Pergantian Tahun Bagi Orang Beriman dengan Lebih Bijak dan Cerdas

 

AsSAJIDIN.COM — Dalam beberapa jam lagi akan terjadi pergantian tahun dari 2022 ke tahun 2023.

Semestinya umat Islam yang beriman akan memaknai pergantian tahun dengan cara lebih bijak dan cerdas. Sebab bagi mereka yang beriman pergantian tahun atau tahun baru adalah peringatan.

Pergantian tahun bagi siapapun tentu memiliki makna yang penting. Sebagaimana makna penting dari waktu itu sendiri. Karena pergantian tahun hakikatnya adalah pergantian waktu kehidupan dalam rentang satu tahun yaitu siklus dua belas bulan.

Bagi orang beriman bergantinya tahun berarti peringatan jatah umurnya di dunia telah berkurang satu tahun.

Oleh sebab itu pergantian waktu seharusnya disikapi dengan muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan hidup dalam setahun. Semua patut bersyukur jika dalam setahun yang dilalui dapat mengukir prestasi amal soleh lebih banyak dari kesalahan dan dosa.

Lihat Juga :  Innalillah... Aksi Pecah Kaca Mobil Gondol Satu Tas Jemaah Masjid

Sebaliknya jika nihil prestasi amal soleh dalam satu tahun yang lalu, sepatutnya bersedih dan menyesal telah menyia-nyiakan waktu yang sangat mahal itu. Di samping itu waktu yang telah digunakan itu harus dipertanggungjawabkan kepada Zat pemilik waktu itu pada hari akhirat nanti.

Patut disayangkan jika setiap momen pergantian waktu satu tahun, yang terpikir banyak orang hanya masalah perayaan, pesta, dan kegembiraan-kegembiraan lainnya yang hampa dari evaluasi diri.

Padahal sejatinya kita tidak layak bergembira apalagi berpesta pora menyongsong pergantian tahun, manakala kita minim prestasi hidup bahkan sebaliknya bergelimang dengan dosa.

Lihat Juga :  Aksi Jagoan Balap Liar antara Ferrari VS Pajero Sport di Palembang Berakhir di Kantor Polisi

Patutkah manusia merayakan kegembiraan atas berkurangnya jatah hidup dan semakin dekatnya ajal atau kematian. Ia mengajak kepada semuanya, mari jadikan pergantian tahun ini sebagai momentum evaluasi diri untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai pribadi, kekuarga, umat, maupun sebagai bangsa.

Ia mengatakan, berbagai kesalahan, kekurangan, dosa dan kemaksiyatan yang dilakukan sepanjang tahun 2021, perbaiki pada 2022 supaya tidak mengulang-ulang kesalahan dan kekeliruan di tahun depan. “Cukup sudah segala penderitaan, musibah dan malapetaka yang menimpa kita sepanjang 2021 menjadi pelajaran yang berharga bagi kita untuk lebih bersyukur atas segala karunia, bersabar dalam mengatasi segala cobaan, serta bekerja keras dalam mewujudkan kebajikan hidup di antara sesama umat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button