MOZAIK ISLAM

Allahu Akbar !! Resapilah Dialog Allah dan Rasulullah pada Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir

AsSAJIDIN. COM — Seandainya kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara Rasulullah SAW dengan Allah Azza wa Jalla, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya.

Allahu Akbar, ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di surga. Mari kita camkan dan
enungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah.

Singkat cerita, pada malam itu Jibril As mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril As tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril As pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya.

Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT,
hingga tiba di Arsy.
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Nabi Muhammad SAW berhadapan dan
berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla.

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya momen ini, Masya Allah. Percakapan antara
Nabi Muhammad Rasulullah SAW dengan Allah Subhanahu Wata’ala :

Lihat Juga :  10 Cara Agar Selalu Qonaah, Merasa Cukup dan Selalu Bersyukur kepada Allah SWT

(1) Rasulullah SAW-pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah SWT :

Attahiyyatul mubarokaatush shalawatuth thayyibaatulillah. “Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan
pujian hanyalah milik Allah”.

(2) Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :Assalamu’alaikaayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wa barakaatuh “Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan
segala karunia-Nya”.

(3) Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.

Beliau menjawab dengan ucapan : Assalaamu’alaina wa ‘alaa ‘ibadillahish shalihiin

“Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang  shalih”

Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan hamba-NYA.
Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu
sama lain, dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika beliau di hadapan Allah SWT.
(4) Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum betapa Rahman dan Rahimnya Allah SWT, betapa mulianya Nabi Muhammad SAW.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Sumpah yang Boleh dan tidak Boleh untuk Diucapkan

Kemudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan :Asyhadu Allaa ilaaha illallah, wa asy hadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu. “Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul Allah”

5. Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam
shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya. Mungkin sebelumnya kita tidak terpikirkan
arti dan makna kalimat dalam bacaan ini.Semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih
meresapi makna shalat kita.

Sehingga kita dapat merasakan getaran yang dirasakan oleh para Malaikat disaat peristiwa itu. Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusyu’an shalat kita. Aamiin Yaa RobbalAalamiin. (*/Sumber :
Kitab Qissotul Mi’raj)

Back to top button