KESEHATAN

Sejuta Hikmah dan Manfaat Mengucap Alhamdulillah ketika Bersin

ASSAJIDIN.COM – Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya bersin. Sejumlah literatur medis mengungkapkan bahwa bersin merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan virus atau bakteri berbahaya yang bisa memicu sakit.

Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur tata cara atau adab saat bersin. Dalam kaca mata agama, bersin dipandang sebagai nikmat Allah SWT kepada manusia agar terhindar dari dampak bibit penyakit.

Maka itu, Rasulullah SAW banyak memberikan tuntunan dan adab ketika bersin.

Salah satu etika yang dianjurkan dalam Islam adalah mengucapkan alhamdulillah seusai bersin. Anjuran tersebut selaras dengan hadis riwayat Bukhari Muslim. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)” (HR. Bukhari Muslim)

Lihat Juga :  Ternyata Lebih Banyak Bahayanya dari pada Manfaat Minuman Bersoda

Anjuran disunnahkan mengucapkan “alhamdulillah” seusai bersin menunjukkan rasa syukur atas karunia Allah dan jika senantisa mengingat Allah, tentu Allah pun akan menjaga kondisi tubuhnya, terlebih pada salah satu organ vital pada manusia, yaitu otak.

Dalam kitab Fathul Bari dipaparkan bahwa dalam otak itu terdapat banyak kekuatan untuk berfikir. Ucapan “alhamdulillah” seusai bersin bisa melindungi otak dari beberapa hal yang bisa mengganggu tugas pokok sang otak.

Dari situlah kita memahami bahwa anjuran Nabi untuk mengucapkan “alhamdulillah” ketika selesai bersin tidak hanya bermanfaat untuk ladang pahala di akhirat, melainkan juga sebuah nikmat yang sangat perlu disyukuri.

Bagaimana tidak? Bersin dengan mengucap “alhamdulillah” bisa membantu dan melindungi otak untuk terus bekerja dengan baik dan penuh totalitas. Jika otak berfungsi dengan baik, insya Allah organ-organ penting lainnya akan baik-baik saja. Keterangan dalam Fathul Bari menyebutkan:

قَالَ اَلْحَليِمِيُّ: اَلْحِكْمَةُ فِي مَشْرُوعِيَّةِ الْحَمْدِ لِلْعَاطِسِ أَنَّ الْعَاطِسَ يَدْفَعُ الْأَذَى عَنِ الدِّمَاغِ الَّذِي فِيهِ قُوَّةُ الْفِكْرِ وَمِنْهُ مَنْشَأُ الْأَعْصَابِ اَلَّتِي هِيَ مَعْدِنُ الْحِسِّ وِبِسَلَامَتِهِ تَسْلَمُ الْأَعْضَاءُ، فَظَهَرَ بِهَذَا أَنَّهَا نِعْمَةٌ جَلِيلَةٌ فَنَاسَبَ أَنْ تُقَابَلَ بِالْحَمْدِ لِلَّهِ لِمَا فِيهِ مِنَ الْإِقْرَارِ لِلَّهِ بِالْخَلْقِ وَالْقُدْرَةِ وَإِضَافَةِ الْخَلْقِ إِلَيْهِ لَا إِلَى الطَّبَائِعِ

Lihat Juga :  Deteksi Lebih Cepat Kelainan Jantung pada Janin dalam Kandungan

“Menurut Al-Halimi, hikmah pensyariatan baca ‘alhamdulillah’ bagi orang yang bersin adalah bahwa orang yang bersin itu menolak hal yang dapat menyakiti otak yang di dalamnya (otak) terdapat kekuatan berpikir. Di samping itu, otak sebagai pusat dari sistem urat-saraf, di mana urat-urat saraf merupakan sumber pencerapan. Dengan keselamatan otak maka selamat pula anggota tubuh lainnya.

Dari sini, tampak jelas bahwa hal tersebut sungguh merupakan kenikmatan besar karenanya sudah pas jika diimbangi dengan pujian kepada Allah dengan mengatakan ‘alhamdulillah.’ Sebab di dalamnya mengandung pengakuan hanya bagi Allah segala penciptaan dan kekuasaan, dan penyandaran penciptaan hanya kepada Allah, bukan yang lain,” (*/sumber: bincangsyariah)

 

Back to top button