KALAMSYARIAH

Jangan Ratapi Musibah, Sebab di Balik Musibah Tersimpan Hikmah 

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Apa pun itu, dampak dari musibah seringkali membuat kita terlena.

Selalu bersedih dan tiada henti meratapi. Karena kita merasa sudah tidak punya apa-apa lagi di dunia ini.

Padahal dalam menyikapi musibah, seorang Muslim diminta untuk tidak meratapinya karena di balik musibah tersimpan hikmah.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar mengutip hadits Rasulullah SAW.

Beliau bersabda sebagai berikut:

 

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاه

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR Muslim).

Mengutip sebuah hadits dalam kitab Ihya Ulumuddin, Nasaruddin menuturkan, ketika dalam satu hari seseorang menderita penyakit demam, maka dosanya selama satu tahun akan diampuni.

Lihat Juga :  Pakaian Terbaik Menurut QS Al-A'raf 26

Karena itu, ia berpesan kepada korban gempa bumi di Cianjur dan sekitarnya untuk bersabar dalam musibah ini.

“Di mana ada ujian, di situ pasti ada kenaikan kelas.

Jangan terlalu bersedih, dan kita harus menyebarkan kepada mereka bahwa di balik musibah ada hikmah,” ujarnya.

Nasaruddin juga memaparkan, orang yang meninggal dunia karena gempa bumi itu termasuk syahid.

Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.

Beliau bersabda bahwa ada tujuh macam mati syahid selain meninggal karena gugur di jalan Allah SWT.

Bencana alam juga menjadi ujian untuk orang-orang yang tidak mengalaminya.

Inilah yang disebut Nasaruddin sebagai ujian kesadaran.

Lihat Juga :  Subhanallah, Dua Anak ini Selamat dari Longsor Sukabumi karena Mengaji

Ujian untuk melihat apakah orang yang tidak tertimpa musibah bencana alam itu turut prihatin dengan cara memberi bantuan.

Atau mungkin lebih memilih abai karena tidak mengalaminya.

Dalam tafsir al-Azhar karangan Buya Hamka terhadap ayat 155-157 surat al-Baqarah, di jelaskan, ayat tersebut menyampaikan berbagai kepahitan di dunia yang berujung pada hal manis.

Orang yang mengalami berbagai kepahitan, termasuk musibah bencana alam, hendaknya bersabar.

Sebab, hanya dengan sabar semuanya akan dapat diatasi.

Karena kehidupan itu tidaklah membeku. Bila sabar menahan derita, selamat lah mereka kelak ke seberang cita-cita.

Tidak ada cita-cita yang akan tercapai tanpa adanya pengorbanan.

Allah SWT memberi kabar gembira bagi mereka yang bersabar atas musibah yang dialami. (*/Republika.co.id)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button