KELUARGA

10 Hikmah Shalat, Kenapa Sangat Penting Bagi Muslim-Muslimah

 

AsSAJIDIN.COM — Sholat merupakan rukun Islam yang kedua dan merupakan ibadah semua anggota kita baik lahir maupun batin meliputi, hati, lisan, serta gerak tubuh kita. Melaksanakan sholat hukumnya wajib bagi seorang Muslim, sehingga jika seorang Muslim meninggalkannya maka berdosalah ia.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

“Islam dibangun atas lima perkara yaitu mentauhidkan Allah, dalam riwayat lain : bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji.” (HR. Bukhari ).

Selain kita melaksanakan perintah Allah, kita pula akan mendapatkan hikmah dari perintah Allah tersebut, karena semata-mata perbuatan kita itu pasti ada hikmahnya, sungguh merugi jika seorang yang tidak melakukan sholat karena di dalam sholat ada hikmah amat luar biasa.

Berikut inilah hikmah-hikmah shalat adalah:

Pertama: Manusia memiliki dorongan nafsu kepada kebaikan dan keburukan, yang pertama ditumbuhkan dan yang kedua direm dan dikendalikan. Sarana pengendali terbaik adalah ibadah shalat. Kenyataan membuktikan bahwa orang yang menegakkan shalat adalah orang yang paling minim melakukan tindak kemaksiatan dan kriminal, sebaliknya semakin jauh seseorang dari shalat, semakin terbuka peluang kemaksiatan dan kriminalnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

Lihat Juga :  Ketika Kita Doakan Orang Pahala pun Terus Mengalir

kedua: Bahwasanya sholat adalah penghapus dosa-dosa dan pelebur segala kesalahan. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallambersabda, “Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikit pun?” Mereka menjawab,”Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Rasulullah saw bersabda, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

ketiga: Sholat sebagai penolong bagi orang-orang yang tertimpa musibah. Firman Allah, (artinya) “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (Al-Baqarah: 45).

Keempat: Hidup memiliki dua sisi, nikmat atau musibah, kebahagiaan atau kesedihan. Dua sisi yang menuntut sikap berbeda, syukur atau sabar. Akan tetapi persoalannya tidak mudah, karena manusia memiliki kecenderungan kufur pada saat meraih nikmat dan berkeluh kesah pada saat meraih musibah, dan inilah yang terjadi pada manusia secara umum, kecuali orang-orang yang shalat. Orang yang shalat akan mampu menyeimbangkan sikap pada kedua keadaan hidup tersebut.

Lihat Juga :  Membuka Aib Pasangan, Bagaimana Hukumnya?

Kelima: Sholat adalah cahaya bagi orang-orang yang beriman yang memancar dari dalam hatinya dan menyinari ketika di padang Mahsyar pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Sholat adalah cahaya ,” (HR. Muslim)

Keenam: Sholat adalah kebahagiaan jiwa orang-orang yang beriman serta penyejuk hatinya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, “Dijadikan penyejuk hatiku di dalam sholat,”(HR. Ahmad)

Kedelapan: Sholat merupakan tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya maka ia telah menegakkan agama, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Pokok dari perkara-perkara adalah Islam, tiangnya adalah sholat dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah, ”(HR. AT-Tirmidzi)

Kesembilan: Sholat merupakan pembeda antara orang yang beriman dengan orang yang kafir dan musyrik, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam “Batas pemisah antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan sholat,” (HR. Muslim)

Kesepuluh: Sholat merupakan sebaik-baik amalan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam, ketika beliau ditanya tentang amalan apa yang paling utama, maka beliau menjawab : “Sholat pada waktunya,”(HR. Bukhari). (*/sumber: islampos.com)

Back to top button