Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

NASIONAL

Tanggal 22 Oktober Hari Santri Nasional, Begini Sejarahnya

AsSAJIDIN.COM – Tidak terasa sebentar lagi Indonesia menetapkan setiap tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.

Bagaimana dan mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional ?

Hal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Yakni Resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.

Lihat Juga :  Kawasan Kumuh di Palembang Diklaim Berkurang, Tinggal 900 Hektare

KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945, ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan inggris yang tewas saat itu.

Lihat Juga :  Gunakan Es Asli, Begini Perawatan Ice Skating OPI Mall

Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai hari Pahlawan.

Kemerdekaan indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia.

Itulah mengapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Meski termasuk hari nasional namun tanggal 22 Oktober bukan tanggal merah alias tidak libur. Selamat Hari Santri. (*/sumber:ketemulagi.com)

Back to top button