PENDIDIKAN

Guru Penggerak Motori Pembelajaran Siswa

AsSAJIDIN.COM — Puluhan karya hasil belajar siswa di Sumatera Selatan dipamerkan pada Festival panen hasil belajar dalam Lokakarya tujuh program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dalam pengembangan pembelajaran berpusat pada siswa (student center) bertempat di sekolah Harapan, Sabtu (15/10/2022).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Edward Candra mengatakan, lokakarya digelar guna menunjukkan hasil proses belajar mengajar di sekolah dimana karya yang dibuat oleh para siswa dimotori oleh guru penggerak dan sebagai bukti bahwa siswa berperan aktif dalam pembelajaran.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak provinsi Sumsel yang diikuti oleh semua jenjang guru diantaranya guru SD, SMP, SMA dan SMK yang menjadi kewenangan provinsi Sumsel,” ujarnya.

Lihat Juga :  Keamanan Sekolah Diperketat, Wali Murid Wajib Jemput Anak 15 Menit Sebelum Bel Pulang

Edward menuturkan, dalam program pendidikan guru penggerak maka guru akan dibekali dengan pendidikan yang holistik yang secara umum memberikan kemampuan intelektual, kemampuan emosional, kekuatan fisik, estetika dan spiritua.

“Ini dikemas dalam pendidikan yang digerakkan oleh guru penggerak, calon guru penggerak dilatih sekitar sembilan bulan,” ungkap Edward.

Lebih lanjut Edward menerangkan guru akan dibekali teknik-teknik dan cara yang baik dalam mengayomi, membimbing pelajar dengan menggali potensi yang ada dengan secara bertahap akan menyebar pada 17 kabupaten/kota Sumsel.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel, Awaludin SPd MSi menambahkan, guru penggerak adalah agent of change yakni agen perubahan yang ada di sekolah yang diharapkan menjadi leader bagi guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Lihat Juga :  SNMPTN Dibuka, Siswa tidak Mampu Dimbau Urus KIP Kuliah agar Dapat Keringanan dalam Pendidikan Lanjutan

“Jadi nafasnya adalah pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan dimotori oleh guru penggerak,” katanya.

Menurut Awaludin guru penggerak mempunyai kewajiban menjadi influencer dimana memengaruhi guru-guru di sekolah masing-masing agar mempunyai gerak yang sama dalam menciptakan pembelajaran yang menarik.

“Bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa,” tandasnya. (Yanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button