SYARIAH

Muslim tidak Bisa Baca Al-Quran, Bagaimana?

AsSAJIDIN.Com —  Apa yang Anda lakukan terhadap Al-Quran yang kini tersimpan rapi di rumah? Tentu Anda membaca bukan? Tetapi, memang tak dapat dipungkiri bahwa ada orang yang mempunyai Al-Quran di rumahnya, hanya saja tidak disentuhnya sama sekali, bahkan hingga Quran itu berdebu. Tidak ada tanda-tanda bahwa Al-Quran itu pernah dibuka apalagi dibaca.

Sungguh ironis, jika kita melihat Al-Quran hanya terpajang rapi di lemari. Padahal, Al-Quran bukanlah hiasan, yang hanya disimpan untuk mempercantik ruangan. Tetapi, Al-Quran adalah wahyu Allah, yang seharusnya kita baca, pelajari, pahami, amalkan dan dakwahkan.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Ankabut: 45).

Lihat Juga :  One Day One Ayat: QS Az-Zumar 10: Sabar Berbuah Pahala Tanpa Batas

Terkadang, banyak kita melihat seorang muslim yang tahu bahwa kitab sucinya ialah Al-Quran, namun tidak bisa membaca Al-Quran. Lantas, apakah orang yang tidak bisa baca Al-Quran itu berdosa?

Dalam kabarmakkah.com dikabarkan bahwa para ulama bersepakat bahwa, orang yang tidak bisa membaca Al-Quran itu ada dua kemungkinan, bisa jadi ia berdosa, bisa juga tidak. Lalu, apa yang membedakannya?

1. Tidak bisa baca Al-Quran, tidak berdosa. Hal ini berlaku bagi mereka yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk belajar membaca Al-Quran, hanya saja Allah memberikan takdir yang lain. Takdir Allah membuatnya tidak mampu untuk membaca Al-Quran.

2. Tidak bisa baca Al-Quran itu berdosa. Hal ini berlaku bagi mereka yang dikenal sebagai orang akademik, memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, namun enggan untuk membaca Al-Quran apalagi memperhatikannya. Sehingga, ia berdosa untuk ketidakmampuannya tersebut.

Lihat Juga :  Demi Malam, Pentingnya Menjaga Takwa, Surat Al-Lail, Bacaan Arab, Latin dan Terjemahannya

Meski demikian Allah memberi kemudahan lainnya. Allah menciptakan beragam bahasa sesuai bahasa dimana manusia itu dilahirkan. Pun di Indonesia. Alquran diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar masyarakat muslim bisa mengerti artinya. Maka, bacalah Alquran dengan bahasa mu, sambil terus berusaha agar bisa paham dan membaca dalam bentuk Arabnya. Setelah membaca, pahami, laksanakan dan lestarikan.
Allah telah memberikan akal kepada kita untuk mempermudah jalan hidup kita. Sehingga, kita mampu mempalajari Al-Quran. Hanya saja, rasa malas yang bersarang dalam diri kita terkadang menjadi penghambat bagi kita untuk belajar. Itulah, yang menyebabkan kita termasuk dalam kategori orang berdosa, karena enggan belajar dan memahami membaca Al-Quran. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button