MOZAIK ISLAM

One Day One Hadist and Ayat : Amalan yang Menyelamatkanmu dari Murka Allah

AsSAJIDIN.COM — ”Wahai Rasulullah, tunjukkan kepada saya suatu amalan yang jika saya amalkan maka saya bisa masuk surga.”

Seorang laki-laki datang lagi dan bertanya, “Wahai Rasulullah, perintahkanlah suatu amalan untuk saya dan sedikitkanlah.”.

Orang ketiga pun datang bertanya, “Apa yang bisa menyelamatkan saya dari murka Allah?”.

Kemudian Rasulullah menjawab semua pertanyaan ini hanya dengan satu kalimat, “Jangan marah!”

Surga yang luasnya mencapai luas langit dan bumi disediakan khusus bagi orang-orang yang meletakkan kayu-kayu penghalang di depan laju air terjun kemarahan yang nyaris meledak di dalam diri mereka, yaitu dengan cara menahan amarah dan memaafkan manusia.

Lihat Juga :  Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid Beserta Artinya serta Adab-adab di Dalam Masjid

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Q.S. Ali Imran, 3:133-134.

Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan dalam Ihya’ Ulumuddin, “Marah bertempat di hati. Kemarahan yang hebat berarti mendidihnya darah di dalam hati menuntut pembalasan yang merupakan makanan marah dan syahwatnya, dan ia tidak akan tenang kecuali dengan penuntasannya.”

Lihat Juga :  One Day One Ayat : Surat AL Hujurat Ayat 13, Saling Mengenal, Tolong Menolong dan Takwa

Dengki atau “hiqd” dalam kamus-kamus bahasa didefenisikan sebagai memendam permusuhan di dalam hati dan menunggu-nunggu kesempatan pemuasannya.” Ia sinonim dengan kata “dhignh”. Dengki adalah perasaan ketika hati merasa jengkel dan muak terhadap seseorang. Ia bersumber dari ketidakmampuan untuk membalas dendam saat marah. Salah satu buah dengki adalah hasud/iri, yaitu mengangan-angankan hilangnya nikmat pada orang yang didendaminya. Puncaknya adalah “senang jika orang lain tertimpa musibah dan sedih bahkan murung jika ia mendapat nikmat”. (*/sumber:fiqhislam)

Back to top button