KELUARGA

Dapat THR, Gak Dapat THR, Ya Allah, Jadikanlah Kami Memiliki Hati yang Merasa Cukup

AsSAJIDIN.COM — Hampir 20 tahun aku jadi ibu kantoran, office hour, dan tentunya dapat THR
Karena merasa waktu yg tersisa untuk keluarga makin sedikit dan juga stamina ku sudah menurun tahun 2016 aku memutuskan resign dari pekerjaan dan merintis membuka usaha di rumah dan menjadi ibu rumah tangga saja.
Lebaran 2017, adalah kali pertama aku gak dapat THR. Agak jetlag , tapi setelah dijalani, cukup cukup saja.  Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
Ternyata, melewati Lebaran tanpa THR, tanpa rencana mudik, tanpa beli beli kue kering mahal, justru membuat Ramadhan terasa lebih tentram.  Yaa setidaknya, dengan dana terbatas, kita dikasih kesempatan untuk lebih fokus ibadah, gak repot mikirin ini itu, gak repot dalam pembagian alokasi dana THR buat apa saja, lha THR nya aja gak ada. Wkwkwkwkw…
Ternyata, selain doa “berilah kami kesehatan yang baik dan rejeki yang barokah”, doa yang terpenting adalah _”berilah kami hati yang tentram, hati yang merasa cukup atas segala rejekiMu”.
Iya, HATI YANG MERASA CUKUP.
Dulu, repot dengan baju seragam lebaran sekeluarga.  udah stres nyari tukang jahit padahal puasa masih 2 bulan lagi.  Ternyata, ada atau nggak ada seragaman, lebaran tetap baik baik saja.  Dulu, kue kering enak enak wajib ada, minimal  Kaastengel, Nastar,  dan sahabat sahabatnya.
Ternyata, dengan mengganti kue kering mahal dengan sekaleng biskuit Khong guan, atau setoples Astor, atau kripik pisang, dll lebaran oke oke saja.  Dulu menu sarapan kala lebaran harus komplit antara Ketupat, Rendang, Dendeng balado, dll
Ternyata, tanpa selengkap itupun Lebaran indah indah saja.
Dulu, ngeliat baju yang pas buat gonta ganti lebaran, hati berdebar, sibuk mencatat dalam ingatan, hari H lebaran pakai baju apa, hari ke dua ke rumah saudara pakai baju yg mana, anak anak pakai sandal yang mana, dll dll. Menguras pikiran.
Ternyata, setelah menata hati agar  MERASA CUKUP atas apa yang ada, mau gamis sebagus apa lewat di beranda, biasa biasa aja.  Dulu, mudik penuh rencana. Repot. Sekarang, berlebaran dengan open house bersama tetangga pun nikmat rasanya. Kalo pun mudik, mudik santai, nggak repot repot amat, seadanya saja.
Lebaran ini, tak membeli sepasang sandal baru, tak ada baju baru, toh baju yang ada juga masih bagus banget dan pantas pantas saja dipakai berhari raya. Jadi, yg bikin rumit itu sebenarnya bukan ada atau nggak ada THR nya.
Tapi, kegagalan menata hati untuk selalu merasa cukuplah, yang membuat semua menjadi ribet.
Ternyata, saat HATI MERASA CUKUP, mau reuni sama siapapun, sama sahabat yang udah jadi orang penting di negara ini sekalipun, mau ketemu sama artis terkenal sekalipun, mau sama siapapun, semua terlalui dengan santai aja, nggak ribet, nggak repot, nggak minder, santai, seloww…tenang..nyaman.
Jadi, untuk yang gak dapat THR, gak usah ngitung ngitung gaji PNS yang dapat gaji ke 13, dapat THR pula, dll. Mari turut berbahagia jika saudara kita sedang berbahagia.  Untuk yang gak dapat THR, tata saja hati. Semua akan baik baik saja.
Ada atau nggak ada THR, lebaran tetap akan tiba. Tapi hari kemenangan akan datang, hanya untuk kaum beriman yang dapat menaklukkan hasrat atas dunia.  Miliki  HATI YanG MERASA CUKUP.  maka sesungguhnya tangan kita sudah menggenggam seluruh isi dunia.
Sesederhana itu.
Selamat memaksimalkan ibadah di Ramadhan. Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik, dibanding Ramadhan tahun tahun terdahulu.  Mari reguk kenikmatan berdekat dekat pada Nya sang penggenggam nyawa kita, jangan usik dgn remeh temeh dunia. (*/sumber: tulisan inspiratif tapi no name, menyebar via jejaring wa)
Back to top button