KELUARGA

Orangtua Harus Pandai Atur Emosi, Begini Penjelasan dr Aisyah Dahlan

ASSAJIDIN.COM  — Menjadi orang tua tentunya tidak semudah yang di pikirkan, dari mengurus rumah tangga hingga mengurus anak dan suami.

Banyak hal yang diurus terkadang membuat para orang tua sering pula lupa dan tidak bisa menahan emosi ketika menghadapi anak.

Jika tak bisa mengontrol emosi, maka bisa berdampak kurang baik pada perkembangan anak. Karena itu, penting sekali orang tua dapat mengelola emosinya.

Lalu, bagaimana mengatur emosi orang tua?
Definisi Emosi berasal dari kata latin yaitu EMOVERE (KELUAR) dan MOVERE (BERGERAK). Emosi berarti ‘Bergerak keluar’.

Namun, Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Emosi merupakan Luapan perawakan dan pikiran yang berkembang dan surut dalam waktu singkat.

Penting sekali untuk kita dapat bisa mengelola emosi. Selama ini hal terpenting itu adalah intelektual quation (IQ). Nyatanya, mengelola emosi (Emotional Intelligence) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan dan memahami emosi (baik emosi orang lain maupun emosi diri sendiri) dengan tujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta mengharmoniskan hubungan komunikasi.

“Emosi memang bagian diri dari kehidupan manusia, tetapi menjadi terlalu emosional dan tidak rasional itu akan keliru. inilah yang menjadi pentingnya dikelola emosi tersebut, emosi itu karunia dari Allah agar hidup manusia dinamis,”kata dr. Aisyah Dahlan dalam chanel youtube TV Alied, Sabtu (12/02/2022).

Lihat Juga :  Hakikat Berumah Tangga Berikut Doa yang Bisa Dipanjatkan Suami-Istri

Di dalam otak manusia terdapat 100 milyar Neuron, Sambungan Neuron membentuk memori.
“Banyak orangtua yang waktu kecilnya di asuh dengan pola asuh orangtuanya dengan gaya bukan millenial maka pola asuh nya dan memorinya jaman duluu. Hal itu lah yg membuat si ibu dan ayah mengasuh anak pakai pola lama karena sudah ada di memori mereka,”katanya.

Untuk itu, kita harus bisa mengatur apa yang harus didengar, dilihat, dirasakan, diucapkan, dipeluk karena akan ditangkap oleh indra dan jalan ke tubuh melalui system syaraf.

“Inilah kenapa anak butuh panutan teladan dari orang tua. Orangtua bisa menceritakan kehidupan rasulullah agar anak juga meneladani sebab mendengar dan juga perilaku dan sikap orangtua harus baik agar jadi contoh orang tua,”katanya.

Pada anak pun terdapat empat emosi dasar anak yaitu emosi sedih (duka,kecewa,hampa,malu,galau,putus asa, lara, pilu), emosi takut (cemas, khawatir, gekisah, ngeri, cemburu, ragu-ragu), emosi marah (kesal, jengkel, jijik, geram, benci, dendam), dan emoso senang ( bahagia, riang, gembira, cinta, kagum, damai, syukur, takjub).

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Orangtua Jangan Pilih Kasih Terhadap Anak

Emosi pun terdapat levelnya, dari depresi hingga pencerahan, dari energi negatif sampai di titik energi positif.

“Emosi ada di otak kita, dia tidak hilang hanya naik atau turun saja. Ketika emosi naik, Allah akan lihat siapa yang dicari, minta tolong sama Allah atau tidak. itu akan terlihat berbeda, jika berenergi positif dan bisa mengola emosi ia akan semangat, menerima,damai dan ikhlas. Sebaliknya jika tidak maka akan merasa apatis, sedih, takut, rakus, marah, bahkan sombong,”katanya.

Ada beberapa cara untuk meredakan emosi yaitu dengan menghirup udara melalui hidung lalu buang perlahan melalui mulut.

Di dalam islam, dapat disertakan juga dengan memperbanyak membaca istighfar. Rasulullah SAW bersabda “Siapa saja rutin membaca istighfar maka Allah akan memberikan solusi atas setiap kesulitannya, penyelesaian bagi setiap permasalahannya dan dia akan memberinya rezeki dari jalan yang tak terduga”HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi. (*/TRI JUMARTINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button