HAJI & UMROH

Konsep Fiqih Prioritas, Bersedakah Lebih Utama daripada Umrah Berkali-kali

AsSAJIDIN.COM — Batas waktu panjang dan tawaran harga bervariasi membuat seorang Muslim bisa melakukan umrah berkali-kali. Hal ini menjadi pembeda antara umrah dan haji.

Dalam masalah waktu, sangat memungkin umrah dilakukan berkali-kali bagi orang yang mampu secara finansial. Dalam kehidupan sosial timbul pertanyaan mana yang lebih utama umrah berulang kali atau bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim?

Syekh Ali Jum’a yang pernah menjadi Mufti Mesir mengatakan, jika perjalan umrah yang keberapa kalinya bukan niat untuk memperbaiki ibadah dan menjadikannya lebih taat, apalagi umrah untuk pamer, maka sedekah lebih utama daripada umrah. “Dan terkadang orang berangkat umrah untuk pamer atau riya’, maka dalam kondisi ini berinfak kepada fakir miski anak yatim lebih utama,” kata Syekh Ali Jum’a seperti dikutip dalam buku tanya Jawab Umrah.

Lihat Juga :  H Tapsirin Hilang dari Rombongan Sejak 10 Agustus, Belum Ditemukan hingga Kloter 11 Kembali ke Tanah Air

Ustaz Hasbullah dalam bukunya Tanya Jawab Umrah mengatakan, umrah dan bersedekah kepada fakir miskin merupakan kebaikan yang sangat dianjurkan. Maka jika keduanya bisa dilakukan secara bersamaan maka itu lebih baik. “Namun jika hanya mampu salah satunya, maka mendahulukan mana yang lebih prioritas,” katanya.

Mengenai masalah prioritas, menurutnya terkadang berbeda antara satu keadaan dengan keadaan lainnya. Dan tentu setiap pribadai memahami keadannya masing-masing.

“Tapi apabila kondisi fakir miskin mendesak kebutuhannya, berkaitan dengan hajat darurat maka membantu fakir miskin lebih utama daripada umrah berulang kali. Hal ini berlandaskan pada konsep fikih prioritaa. Wallahu taalaa’lam,” katanya.

Lihat Juga :  Gemar Bersedekah/Berinfak Baik dalam Keadaan Lapang Maupun Sempit, Ciri Orang yang Bertakwa

Pendapat Hasbullah terkait lebih utama bersedekah kepada fakir miskin atau anak yatim deripada melakukan umrah yang beberapa kali, juga dijelaskan dalam hadis Nabi. “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang,” (HR.Bukhari dan Muslim).(*/sumber:republika.co.id)

Back to top button