SYARIAH

Jika Sanggup, Mengerjakan Sholat di Rumah Itu Lebih Besar Pahalanya

 

ASAAJIDIN.COM — Indahnya Islam, pun menyangkut ibadah. Nabi Muhammad Salallahualaihi wassalam pada beberapa hadist yang disampaikan begitu demokratis, jangan sampai memberatkan umatnya. Ya ibadah bukan untuk hal yang berat dilaksanakan, tapi sesuai dengan kesanggupannya.Simaklah anjuran tentang shalat sunnah. Dikatakannya jika sanggup, sebaiknya mengerjakan sholat sunnah di rumah.

Mengapa jika sanggup? Karena bila mengakibatkan malas dan justru malah jadi tidak shalat sunnah sama sekali dikarenakan banyak penghalang jika pulang ke rumah; maka tentu saja dikerjakan di masjid jadi lebih baik baginya.

Sedang jika sanggup, jelas saja di rumah itu yang terbaik. Simak tiga hadits berikut ini.

[1] . Dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda :

Lihat Juga :  Rumah Makan ini Gelar Program Makan Gratis Senin Sampai Sabtu untuk Kaum Dhuafa

صلاةُ الرجلِ تطوعا حيثُ لا يراهُ الناسُ تعدلُ صلاتَه على أعيُن الناسِ خمسا وعشرين

“Shalat sunnah yang dikerjakan seseorang di tempat yang tidak dilihat oleh manusia; itu sebanding dengan dua puluh lima kali shalat sunnahnya di tengah orang-orang.”
-SHAHIH-  (Shahih Al Jami’, 3821) HR. Ad-Dailami (II/244)

[2] . Dan tersebut satu hadits lain semakna dengan ini, kata Nabi Muhammad ﷺ:

تطوُّعُ الرجل في بيتِهِ يزيدُ على تطوُّعِه عندَ الناس، كفضْلِ صلاة الرجل في جماعةٍ على صلاتهِ وحدَه

“Shalat sunnah seseorang di rumahnya lebih utama daripada shalat sunnah yang dikerjakannya di tengah manusia. Seperti keutamaan shalat berjama’ah di atas shalat sendirian.”
-SHAHIH-  (Ash-Shahihah, 3149) HR. Ibnu Abi Syaibah (II/256)

Lihat Juga :  Siapakah Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl? Mereka Haram Tersentuh Api Neraka

[3] . Lantaran banyak manfaat¹ bila shalat sunnah itu dikerjakan di rumah, Rasulullah ﷺ memesankan hal ini kepada umatnya:

لا تتركوا النوافل فيها

“Jangan tinggalkan pengerjaan shalat sunnah di rumah-rumah.” -HASAN LI GHAIRIH-
(Ash-Shahihah, 1910) HR. Ad-Dailami (II/141)

Seperti: lebih mudah untuk ikhlas, menghidupkan rumah dengan ibadah, dan memberi contoh baik pada istri dan anak-anak.

Bila kita muslim, semoga bisa diamalkan. Sedang jika muslimah, harapannya bisa memotivasi suami atau saudara laki-lakinya untuk mengisi rumah dengan shalat sunnah. (*/sumber: Nasehat Etam)

Back to top button