MOZAIK ISLAM

Kematian Itu  Sesuatu  yang Sudah Selesai

Oleh: H. Djuliar Rasyid

“Kematian itu adalah cerita yang sudah selesai”.  Begitulah Dr. Aid Al Qorni, Ulama Besar Arab Saudi, menceritakan tentang kematian di dalam buku La Tahzan. Aid Al Qorni ingin menyatakan bahwa Mati, tak usah lagi dibahas. Mati adalah sebuah kepastian. Hanya menunggu giliran saja.

Dalam banyak kajian juga ulama negeri ini juga mengetengahkan pendapatnya bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak lagi perlu di perbincangkan. Karena akan datang waktunya. Novermber lalu, *Ustadz Lutfi Izuddin*, di Mesjid Al Furqon, sekalipun bukan soal kematian temanya, namun Ia terdengar mengatakan bahwa kematian sudah menjadi urusan Allah. Datangnya tidak akan bilang-bilang.

Ustadz, Prof Dr Yuwono, Biomed, juga pernah menyinggung sedikit soal kematian itu dalam kajian waktu lalu juga di Masjid Al Furqon. “Kadang kita tidak mengerti soal kematian, karena menjadi rahasia Allah. Tetapi, itu pasti datang dan pasti setiap orang akan mati. Selesai sudah,”katanya.

Firman Allah menyebutkan: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS. Al A’raf: 34)

Sesungguhnya kematian merupakan misteri bagi manusia. Tak seorangpun yang tahu kapan datangnya. Namun satu kepastian bahwa ajal (waktu kematian) seseorang sudah tercatat jauh hari di Lauhul Mahfudz sebelum manusia diciptakan. Dan ketika seseorang sudah tiba ajalnya, maka tidak bisa diajukan barang sesaat ataupun diundurkan  

Setelah kematian maka kesempatan beramal telah habis. Manusia akan mendapatkan balasan dari amal-amal perbuatannya di alam kubur, berupa nikmat atau adzab kubur. Dan ketika sudah terjadi kiamat, dia akan dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah. “Maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.“(QS.Al-A’raf:35).

Lihat Juga :  Pesan Indah Ustad Arifin Ilham tentang Hidup dan Kematian

Sedangkan orang yang kafir dan ingkar terhadap kebenaran Islam, “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.“(QS.Al-A’raf:36).

Ustadz Kondang, M. Nasir, dalam satu kajian, terlihat menuliskan judul videonya, “banyak orang yang sangat ingat dengan kematian”. Sehingga membuat mereka tidak lupa memohon kepada Allah agar kematiannya khusnul hotimah.

*Jangan Lalai

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 64: 14- 15)

Lalu ia berkata : “ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Munafiqun : 9-11)

Nabi SAW bersabda : “ Perbanyaklah mengingat kematian pemutus segala kelezatan (dunia); tidak seorangpun yang mengingatnya dikala kesulitan melainkan hal tersebut dapat melapangkan dadanya, dan tidak seorangpun yang mengingatnya dikala lapang kecuali hal tersebut dapat membatasinya) (HSR. Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah)

Ditangan Allah sajalah kehidupan itu, dan ditangan-Nya lah kembalinya segala sesuatu menurut waktu yang tertentu. Kematian pasti kan menjemput dimana manusia itu berada, baik didalam rumah, diantara keluarga atau dilapangan kerja ataupun dimedan jihad, disanalah dia kan menerima balasan dari Dzat yang Maha mengetahui lagi Maha Perkasa.

Lihat Juga :  One Day One Ayat dan Hadist: Kedudukan Tetangga di Mata Allah

 Kematian sudah ditentukan waktu dan detik-detiknya

Kematian sudah ditentukan waktu dan detik-detiknya, dikembalikan kepada Allah, dikumpulkan pada hari yang dahsyat, ampunan dari Allah dan Rahmat-Nya atau kemurkaan dan adzab-Nya yang kan dia temui.

Allah berfirman :Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakanlah pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS.Ali-Imron : 185).

Setiap jiwa pasti kan menelan hakikat yang pahit ini, meninggalkan dunia yang fana. Tidak ada perbedaan antara satu jiwa dengan jiwa yang lain dalam menenggak gelas kematian yang berputar kepada setiap orang. Perbedaan hanya satu yaitu kemana dia akan kembali kesurga atau neraka Artinya : “Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakanlah pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung.”

 

Dalam al quran Allah ta’ala berfirman: “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?. Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS.Al-Anbiya’ : 34-35).

Lalu Allah ta’ala berfirman: Artinya : “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya. Sesungguhnya Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. (QS.Al-Mulk : 2).

Bersiap dengan tuntunan amal, dengan  menjadikan diri sebagai orang yang berguna bagi orang lain, dan memuni ibadahmu menolak semua yang munkar. Dan merupakan sebuah tekad yang harus diwujudkan.(*)

 

 

Back to top button