NASIONAL

Ceritakan Sejarah Palembang, Seniman ini Ciptakan Sembilan Lagu

Jasanya Menulis Lagu Hanya Dihargai Rp 450 Ribu

ASSAJIDIN COM –-Meski berasal dari Kota Medan, Washintin Aritonang (72) begitu mencintai Kota Palembang dan menciptakan sembilan lagu demi menceritakan indahnya sejarah kota pempek ini.

Sembilan lagu yang diciptakannya itu diantaranya Songket, Jajanan Palembang, Gede Ing Suro, Lagu Khas Palembang, SEA Games 2011, Asian Games 2018, dan Palembang Emas Darussalam. Lirik lagu yang diciptakannya menggambarkan dan menceritakan Kota Palembang.

Washintin menciptakan lagu di tengah kesibukannya menjadi guru honor kesenian dari satu sekolah ke sekolah lainnya karena ia bukan pegawai. “Ada yang beli lagu saya dengan harga Rp450 ribu satu lagu,” kata pria kelahiran Medan 25 Desember 1949 ini.

Lihat Juga :  Dinkes Sumsel Belum Terima Laporan Warga Terkena Hepatitis Akut

Lagu tersebut Songket dan Jajanan Palembang yang diciptakan 2016. Kemudian 2017 keduanya dibeli oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang.

“Lagu Songket dan Jajanan Palembang ini sudah direkam, memang harga belinya tidak tinggi Rp450 perlagu. Sedangkan Lagu Khas Palembang dibeli Rp4,5 juta,” katanya.

Sementara lagu Palembang Emas Darussalam diciptakan 2020 rencana akan dibeli oleh Walikota Palembang. Namun belum ada pembicaraan lebih lanjut.

“Di Kota Palembang, kesenian atau lagu daerah Palembang kurang dihargai dan tidak berkembang, hanya lagu lama saja yang sering dinyanyikan,” katanya.

Lihat Juga :  Mengenal dan Mengenang Keberadaan Keraton Beringin Janggut

Setelah dirumahkan pada 2020 lalu dari SMA PGRI Palembang, Washintin kini lebih sering nyanyi di rumah makan. Ia menyanyikan lagu-lagu Palembang.

“Inspirasi menciptakan lagu ini datang sendiri dari dalam hati, saya menyukai sejarah Palembang dan menceritakannya lewat nyanyian,” katanya.

Ia berharap kedepan seniman Palembang lebih dihargai dan diperhatikan. Agar seperti lagu daerah lain yang lebih booming, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan. “Harapannya pelaku seni ini diperhatikan, lagu-lagunya dihargai agar lagu daerah Palembang ini lebih dikenal seperti lagu daerah lain,” katanya. (*/Pitria)

Back to top button