NASIONAL

Usai Sholat Kusuf Selepas Isya, Warga Ramai Saksikan Super Blood Moon, Fenomena Langka Gerhana Bulan

AsSAJIDIN.COM – Gerhana bulan total atau biasa disebut Super Blood Moon yang terjadi, Rabu malam (26/5/21) di Indonesia tepatnya di Kota Palembang membuat antusias sebagian masyarakat untuk melihat secara langsung fenomena alam terbilang langka itu.

Pelataran Benteng Kuto Besak menjadi salah satu tempat puluhan warga berbondong datang untuk menyaksikan fenomena lamgka secara langsung Super Blood Moon.

Namun, kedatangan mereka tak luput dari pengawasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang tengah berjaga. Hanya saja warga tidak bisa duduk di pinggir Sungai Musi seperti biasanya karena petugas Satpol PP sudah melarang warga untuk tidak mendekat ke arah Sungai Musi.

Sesekali anggota satpol PP mendatangi warga dan mengingatkan mereka untuk menjaga jarak dan tetap mengenakan masker. Jumlah pedagang pun dibatasi dengan tujuan agar tidak terjadi kerumunan karena Kota Palembang masih dalam kondisi pandemi.

Ridho (24) warga Plaju sengaja datang ke Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang untuk melihat gerhana bulan total. Dia datang bersama keluarga anak dan istrinya.

Dengan menggunakan telepon genggam miliknya, ia mendokumentasikan setiap fase gerhana bulan tersebut. “Ini peristiwa yang jarang terjadi jadi saya memang sengaja datang untuk melihat langsung dengan leluasa,” ucapnya.

Lihat Juga :  Ameer Azzikra, Putra Kedua Almarhum Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia, Penyebab Sakitnya ini

Ditempat berbeda, Menurut Adi Mahasiswa Unsri moment munculnya Super Blood Moon dijadikannya ajang bermuhasabah diri dengan shalat gerhana berjamaah di Masjid Hidayatullah Lunjuk jaya.

“Saya tidak tau bulannya terlihat atau tidak, karena kan selebas shalat magrib berjamaah kita langsung shalat gerhana dan dzikir bersama sambil menunggu adzan isya’, “katanya.

Menurut Hadist Riwayat Bukhari no. 1044 “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan, dilihat dari Bumi. Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi, yang berakibat, saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah terkenal dengan istilah Super Blood Moon

Lihat Juga :  PUBMTR Provinsi Sumsel Ungkapkan Prioritas Pembangunan Jalan Tahun 2024 Di OKU Timur

Sebelumnya, Koordinator BMKG Sumsel atau Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wan Dayantolis meneruskan dari Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG mengatakan karena posisi Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

“Sehingga, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee,”katanya.

Gerhana bulan total ini akan bisa disaksikan diseluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 21 Mei 2021 masuk pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Gerhana Bulan Total ini dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana,”katanya.(*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button