SEHAT

Lebaran Bukan Momen Balas Dendam Makan Sepuasnya

ASSAJIDIN.COM  — Momen lebaran adalah kesempatan untuk menyantap hidangan istimewa.

Berbagai masakan spesial sudah disiapkan, baik itu kue maupun makanan utama.

Akan tetapi terkadang lebaran dijadikan momen ‘balas dendam’ untuk makan sepuasnya.

Bagaimana tidak, selama 30 hari umat muslim tidak dapat makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam.

Memasuki Idul Fitri, umat muslim dibebaskan makan kapan saja ditambah dengan makanan khas yang mengunggah selera.

Sebut saja ketupat, opor ayam, rendang, dan sebagainya.

Tapi Anda tentu tahu kalau kalap makanan di hari raya dapat berbahaya bagi kesehatan.

Terlebih di hari raya banyak makanan berminyak ujung-ujungnya meningkatkan angka kolesterol.

Anda bisa ikuti tips dari ahli diet Rahaf Al Bochi ini agar tidak kalap melihat santapan hari raya di depan mata. Ingat lebaran bukan momen balas dendam makan sepuasnya. Ini tentu tidak baik untuk kesehatan serta bukan jg ajaran islam.

Lihat Juga :  7 Khasiat Kurma yang Terbukti Secara Ilmiah

Al Bochi memaparkan bahwa kapasitas perut Moms dan Dads akan mengecil karena pola makan bulan puasa yang berbeda.

“Jadi, kita tidak bisa makan terlalu banyak. Makanlah dalam porsi yang kecil sepanjang hari,” kata Al Bochi.

Kita bisa memulai hari raya dengan meminum air dan memakan sebutir kurma.

Saran yang diberikan Jurubicara Academy of Nutrition and Dietics di Amerika Serikat ini sejalan dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Perlu Moms ingat bahwa tiap makanan yang ada di depan mata bukan berarti harus dimakan semua.

Tetap sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Moms dan Dads masing-masing.

Hanya saja jangan sampai melewatkan air putih untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, konsumsi asupan makanan yang beragam juga penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh.

Lihat Juga :  Kaum Pemuda di Palembang Sosialisasikan Pencegahan DBD ke Anak-Anak di Kampung Sungai Pedado

“Buah dan sayuran akan memberikan cadangan mineral yang cukup,” ujar Courtney Ferreira, Nutrisionis klinis di University of Maryland Medical Center.

Kita juga perlu jeda makan di hari raya.

Berikan jeda 3-4 jam sebelum menyantap makanan selanjutnya.

Hal itu dilakukan agar tubuh memiliki waktu untuk memisahkan bakteri atau sisa makanan dari usus ke saluran pembuangan.
Seorang ahli nutrisi asal Toronto, Nazima Qureshi juga menuturkan bahwa setelah lebaran menjadi waktu yang tepat untuk memulai diet sehat.

Pasalnya banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan akibat menyantap makanan berlebih saat Idul Fitri.

“Jika kita tak memerhatikan apa yang kita makan, kita akan merasa lelah karena terlalu banyak makan,” ujarnya.(*/sumber: nakita.id)

Back to top button