SYARIAH

Batasan Candaan yang Diperbolehkan

ASSAJIDIN.COM — Berkata Asy Syeikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah:

يجب على الإنسان أن يحترز ويحترس من المزح، ولاسيما المزح الكثير؛ فإن المزح الكثير يوقع دائما في الخطأ

ولهذا يقال: المزح في الكلام كالملح في الطعام؛ إن خلا منه الطعام فقد جزءا كبيرا من الطعم اللذيذ، وإن كثر أيضا فسد!

ولهذا اجعل المزح موزونا في محله، لا تمزح في موضع الجد، ولا تجد في موضع المزح. والإنسان الحكيم العاقل ينزل كل حال منزلتها

Wajib bagi seseorang untuk waspada dan menjaga diri dari candaan.
Apalagi candaan yang sering. Karena kebanyakan bercanda selalu menjatuhkan dalam kesalahan.

Lihat Juga :  Terlambat Shalat Jumat, Apakah Berkurang Pahalanya?

Oleh sebab itulah dikatakan :

Candaan di dalam sebuah ucapan itu bagaikan garam bagi makanan,
Jika makanan kosong darinya maka akan terlepas darinya bagian yang banyak dari kelezatan makanan,

Namun jika kebanyakan maka akan merusak!!  Oleh sebab itu jadikanlah candaan itu di timbang pada tempatnya.

Jangan bercanda di posisi serius, Dan jangan serius diposisi bercanda, Bercanda jangan sampai berbohong, Dan seorang yang bijaksana lagi berakal itu akan meletakkan setiap keadaan pada kedudukannya.(*/sumber:asy-syamil.com)

Back to top button